Kanal

Seorang Warga Lampung Tewas Ditusuk Tetangganya usai Ribut, Pelaku Mengira Korban Mengeroyok Anaknya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang warga tewas usai ribut dengan tetangganya.

Diduga cekcok tersebut akibat pertengkaran anak di Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Korban berinisial MZ (54) tewas ditusuk tetangganya sendiri berinisial PP (41).

Kapolsek Kedaton, Kompol Ery Hafri mengatakan, korban tewas setelah dirawat selama satu minggu di rumah sakit.

"Korban mengalami tiga luka tusuk di tubuhnya. Meninggal di rumah sakit saat perawatan," kata Ery di Mapolsek Kedaton, Selasa (26/10/2021).

Ery menjelaskan, peristiwa penusukan tersbeut terjadi pada Senin (18/10/2021) malam, berawal saat kedua anak korban dan pelaku bertengkar.

Anak pelaku berusia 15 tahun diketahui merisak anak korban yang berusia 9 tahun di masjid lingkungan mereka.

Keluarga korban kemudian mendatangi lokasi untuk mengingatkan anak pelaku agar tak mengulangi hal tersebut.

Namun pelaku menduga korban mengeroyok anaknya.

Mendengar hal tersebut pelaku kemudian membawa pisau dapur dari rumah.

Pelaku kemudian menemui korban dan menusuknya tiga kali.

Setelah melakukan aksi tersebut, pelaku kemudian melarikan diri.

"Pelaku menusuk korban sebanyak tiga kali. Satu tusukan menyebabkan luka yang fatal. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri," kata Ery.

PP kemduian dilarikan ke RSUD Dr H Abdu Moeloek namun tidak berhasil selamat setelah dirawat satu minggu di rumah sakit.

Pelaku yaitu MZ akhirnya berhasil ditangkap di lokasi persembunyiannya di daerah Pahoman, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, Senin (25/10/2021).

Atas peristiwa tersebut, pelaku dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat serta kurungan penjara selama tujuh tahun.

(Tribun-Video/Mei Sada Sirait)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ribut dengan Tetangga karena Anak Bertengkar, Seorang Warga Tewas Ditusuk"

# pembunuhan # penusukan # Bandar Lampung # HOT TOPIC

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Aditya Hellen
Sumber: Kompas.com

Video Populer