Kanal

Kronologi Duel Maut antara Sahabat di Klaten, Pelaku Kesal Dituduh Selingkuh dengan Istri Korban

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUN-VIDEO.COM - Kejadian duel maut antara sahabat di Klaten diduga dipicu persoalan asmara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, korban bernama Trimo Lewong (65) warga Kanoman, Karangnongko, Klaten terlibat cekcok dengan pelaku bernama Soleman (65) warga Bangunrejo Kidul, Desa Granting, Kabupaten Klaten.

Perselisihan antara mereka berdua bermula saat korban datang ke rumah pelaku.

Korban datang ke rumah pelaku sendiri dengan mengendarai sepeda motor.

Mereka lalu menenggak minuman keras jenis ciu.

Selang beberapa menit kemudian, korban dan pelaku terlibat adu mulut di sana.

Korban menuduh pelaku berselingkuh dengan istrinya.

Tuduhan korban membuat pelaku emosi dan mengambil pedang dan menebaskan ke leher korban.

Korban tergeletak dan tewas seketika di sana.

Baca: Karena Utang Rp20 Ribu, 2 Pelajar SMP di Jambi Duel Hingga Kritis, Kapolres: Bukan Kejahatan

Setelah membunuh korban, pelaku langsung meninggalkan rumah dan datang ke rumah ketua RW 04, Dukuh Bangunrejo Kidul, Suwarto.

Pelaku meminta Suwarto mengantarkannya ke Mapolsek Jogonalan.

Di hadapan Suwarto, pelaku tidak menceritakan telah membunuh korban.

Karena diminta bantuan oleh pelaku, Suwarto bersedia mengantarkan pelaku sampai seberang jalan Mapolsek Jogonalan.

Lalu, Suwarto juga mewanti-wanti agar tidak membawa namannya jika terseret kasus hukum.

Setelah mengantar pelaku ke Mapolsek Jogonalan, Suwarto pulang ke rumah.

Beberapa menit kemudian, ada warga yang memberikan informasi bahwa pelaku telah membunuh korban.

Pelaku dikenal memiliki tempramen tinggi.

Baca: Apakah Sebatas Chatting Mesra Dapat Dilaporkan dengan Kasus Perselingkuhan? Ini Jawaban Ahli Hukum

Selain itu, pelaku sering mabuk di rumahnya hingga warga dan para tokoh masyarakat tak berani menegurnya.

Hal tersebut dibenarkan Ketua RT 07 RW 04, Dukuh Bangunrejo Kidul, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Dalinah.

"Tak ada yang berani tegur dia, pelaku memiliki tempramen tinggi, suka mabuk-mabukan di rumahnya," kata Dalinah, Sabtu (23/10/2021).

Hal tersebut juga disampaikan Sekretaris Desa Granting, Jumakir.

Ia mengatakan, sebelum membunuh korban, pelaku pernah terlibat perkelahian dengan warga asal Prambanan.

"Dulu dia (pelaku) sempat menusuk orang, dia orangnya kesenggol sedikit, langsung emosi tinggi," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Klaten Iptu Abdillah mengatakan saat ini pelaku telah menyerahkan diri ke polisi.

"Jadi setelah melakukan penganiayaan dan tahu korbannya meninggal tersangka ini ke rumah saksi S selaku ketua RW untuk menyerahkan diri ke Polsek Jogonalan," ujar Abdillah.

Abdillah menjelaskan bahwa peristiwa maut ini bermotif sakit hati.

Dia menuturkan pelaku tidak terima dituduh berselingkuh dengan istri korban.

"Saat korban mendatangi rumah pelaku terjadilah cekcok yang berlanjut dengan pembacokan," kata Abdillah.

Hasil pemeriksaan diketahui juga bahwa saat peristiwa pembacokan. Pelaku ini tengah dalam pengaruh minuman keras.

"Atas perbuatannya pelaku terancam pasal 338 KUHP atau 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kronologi Duel Maut Antara Sahabat di Klaten, Pelaku Kesal Dituduh Selingkuh dengan Istri Korban

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Winda Rahmawati
Sumber: TribunSolo.com

Video Populer