Kanal

Sepi Pembeli dan Kesulitan Bayar Sewa Toko, Nasib Pedagang Buku Bekas di Padang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - Nasib pedagang buku bekas di Padang Teater lantai II, Pasar Raya Kota Padang kini memperihatikan.

Di saat pandemi Covid-19, banyak pelanggan buku bekas beralih membeli buku secara online.

Akibatnya penjualan buku bekas di Padang Teater menjadi semakin sepi.

Hal ini diungkapkan pemilik toko buku bekas Kotohi, Jumailis Koto (59) saat ditemui di Padang Theater, Pasar Raya Padang.

"Sejak Covid-19 ini orang banyak beralih membeli buku secara online," ujarnya.

Jumailis mengaku selama dua tahun pendemi Covid-19 ini, bisa dikatakan tidak ada jual beli.

Tidak jarang, toko buku yang dibukanya sejak 2005 hanya kedatangan satu sampai lima calon pembeli dalam satu minggu.

"Dalam satu minggu itu, hanya tiga hari yang ada jual beli, selebihnya tidak ada pembeli sama sekali," ujarnya.

Sepinya pembeli membuat Jumailis Koto kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari terlebih bayar sewa toko.

Untuk bisa makan sehari-hari saja kadang susah," ungkapnya.

"Kemarin untungnya ada bantuan UMKM, untuk bayar sewa toko Rp 2,5 Juta setahun," ungkapnya.

Menurutnya, saat aktivitas sekolah sudah dimulai lagi, pembeli buku bekas sudah lumayan bertambah.

Sayangnya, ketersedian buku di tokonya, tidak sesuai dengan buku yang dicari calon pembeli.

Hal ini dikarenakan semakin berkurangnya pengumpul-pengumpul buku bekas.

"Paling yang beli hanya satu atau dua buku, dapat uang Rp 50 Ribu," ungkapnya.

Jumailis mengaku, harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Baca: Petani yang Nyaris Rudapaksa Dokter di NTT, Terancam 9 Tahun Penjara

Baca: Ini Motif Suami di Bangka Selatan Tega Habisi Nyawa Istrinya: Ketahuan Pakai Sabu

"Pagi saya ngoper, ngantar koran dulu di Nanggalo, Siteba dan sekitarnya," ujarnya.

Setelah selesai, barulah Ia membuka toko pada pukul 11 siang sampai pukul 5 sore.
Untuk berjualan buku bekas secara online, Jumailis mengaku tidak mengerti internetan.

"Kalau mau jualan online, bagaimana, kita tidak mengerti. HP hanya bisa untuk telpon dan sms saja," tambahnya.

"Harga buku disini juga rendah dibandingkan buku baru di tokoh, untungnya juga tidak seberapa," ujarnya.

Jumailis beharap pembeli buku bekas kembali ramai, sehingga penjualannya meningkat.

"Kalau bisa kita disini dapat bantuan pemerintah kota juga karena pandemi ini membuat semakin susah," tambahnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Nasib Pedagang Buku Bekas di Padang Teater Pasar Raya, Pembeli Sepi, Kesulitan Bayar Sewa Toko

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: muhammad imam arif syamsuddin
Sumber: Tribun Padang

Video Populer