Kanal

Tanda Tanya soal Kasus Subang, Pakar Hukum: Tak Logis, Pelaku Tau Rumah Tak Digembok, dari Siapa?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - Praktisi Hukum Ricky Vinando menyoroti kasus pembunuhan di Subang , Jawa Barat yang sudah 2 bulan berlalu dan masih belum juga terungkap.

Praktisi hukum tersebut menyebut banyak hal janggal dan tak logis dalam kasus pembunuhan di Subang .

Dalam rilis yang diterima Tribun-Video.com pada Rabu (20/10/2021), Ricky Vinando menyoroti beberapa hal dalam kasus tewasnya Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Jalan Cagak Subang pada 18 Agustus lalu.

Baca: Update Kasus Subang, Yosef Kembali Dipanggil Polisi Hari Ini, Kuasa Hukum Ungkap Hal Ini

Di antaranya adalah dugaan penculikan yang sempat dilontarkan oleh pihak Yosef dan juga tim kuasa hukumnya.

Menurut Vinando, alasan penculikan tak sinkron dengan kondisi atau kediaman rumah korban.

"Tak logislah, tak masuk akal secara hukum pidana si penculik menculik ibunya Amel dan dibawa ke suatu tempat kemudian dibunuh dan 5 jam kemudian menculik Amel dan dibawa juga ke suatu tempat dan dihabisi ditempat itu."

"Kemudian dibawa lagi masuk ke rumah kediamannya korban dan korban di bawa-bawa mengelilingi ruang tamu, dapur, rak piring, kamar Amel, kamar mandi, hingga berakibat darah segar dari kepala korban menetes-netes, bercecer-ceceran pada spot-spot tersebut di kediaman korban", kata Ricky Vinando Rabu (20/10/2021).

Ricky juga menjelaskan bahwa indikasi soal penculikan sanga tidak kuat mengingat banyaknya darah yang ada di lokasi kejadian.

Baca: Update Kasus Subang, Yoris dan Danu Takut dan Tertekan, Kuasa Hukum Yakin Mereka Bukan Pelaku

"Jadi soal penculikan sangat lemah alasan hukum ini seolah-olah ada penculikan, sehingga setelah diculik dibawa masuk melewati bagian pintu masuk, lah dapur, pinggir rak piring aja, kan posisinya tidak di dekat pintu masuk kenapa malah pinggir rak piring dan bagian dapur bisa banyak darah bececeran?."

"Ya karena tak ada penculikan, diduga kuat Amel dikejar-kejar hingga Amel sampai berlari-lari ke dapur dan dekat pinggir rak piring, sehingga banyak darah. Apalagi dari penjelasan awal Kapolres Subang AKBP Sumarni, berdasarkan hasil autopsi pertama, Amel memberikan perlawanan saat terjadinya upaya perampasan nyawa Amel yang berujung terampasnya nyawa Amel", timpalnya.

Selain itu, Ricky Vinando juga menyoroti soal rumah korban yang diduga tak dikunci dan digembok saat malam kejadian.

Menurutnya, hal tersebut sangat tidak logis secara hukum pidana.

Ricky kemudian menyoroti mengapa pelaku bisa sangat mudah masuk ke rumah.

Baca: Yoris & Danu Didampingi Pengacara dalam Pengungkapan Kasus Subang, Kuasa Hukum Lakukan Investigasi

Kemudian bisa mengetahui bahwa hanya ada Tuti dan Amalia di kediaman tersebut.

"Soal rumah korban yang tidak dikunci atau digembok pada malam kejadian, karena bagaimana pelaku bisa sangat mengetahui aksinya akan sangat mudah karena tidak digembok pada malam itu? Tahu dari siapa? Kok bisa sangat menguasai TKP dan waktu? Terus kok bisa tahu persis di dalam hanya ada 2 wanita?," terangnya.

Ricky pun mempertanyakan, mengapa pelaku menghabisi nyawa korban pada 17 Agustus malam.

"Kenapa tidak beraksi pada tanggal 14 Agustus misalnya atau 16 Agustus. Kenapa harus 17 Agustus malam? Ada apa ini?," tegasnya.

Baca: Polisi Temukan Petunjuk Emas pada Hasil Autopsi Ulang Jasad Tuti dan Amalia di Subang

Dijelaskan Ricky, ada yang tak masuk akal ketika pelaku bisa mengambil celah hanya ada 2 wanita dan Yosef sang kepala keluarga sedang berada di luar rumah.

"Kok bisa dimandikan terlebih dahulu 2 korban? Ini tak masuk di akal apabila pelakunya tidak mengetahui sejak awal bahwa hanya ada 2 wanita saja di dalam rumah," terangnya. (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

# HOT TOPIC # pembunuhan # Subang # Tuti Suhartini # Amalia Mustika Ratu # Ricky Vinando

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Nila
Video Production: Muhammad Gana Wirawanda
Sumber: Tribun Video

Video Populer