Kanal

Tanpa Pesangon, Novel Baswedan Dkk Angkat Kaki dari KPK, Hanya Terima THT & BPJS Ketenagakerjaan

TRIBUN-VIDEO.COM - Penyidik senior Novel Baswedan tinggal menghitung hari segera angkat kaki dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemecatan tersebut lantaran Novel tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) dalam rangka alih status menjadi ASN.

Ia akan diberhentikan pada per (30/9/2021), lebih cepat dari ketetapan yang termuat dalam SK yakni per (1/11/2021).

Baca: Jokowi Dinilai Sigap saat Jadi Saksi Nikah Influencer, namun Lepas Tangan Terkait TWK Pegawai KPK

Tak hanya Novel, puluhan pegawai KPK lainya yang tak lolos TWK juga mendapat perlakuan yang sama.

Mereka diberhentikan per (30/9/2021).

Dikutip dari Tribunnews.com pada Senin (20/9/2021), 56 pegawai KPK ternyata tidak menerima pesangon.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi nonaktif KPK, Giri Suprapdiono mengungkapkan, dirinya dan teman-teman lain hanya mendapatkan tunjangan hari tua (THT) dan iuran BPJS Ketenagkerjaan yang selama ini dibayarkan dalam bentuk tabungan pegawai.

Baca: 56 Pegawai KPK yang Dipecat Lakukan Perlawanan Hukum, Yudi: Upaya Pelemahan Pemberantasan Korupsi

Hal itu sudah sesuai SK Pimpinan KPK tentang Pemberhentian Dengan Hormat Pegawai KPK.

Tepatnya tercantum dalam diktum poin kedua.

”Pemecatan tanpa ada pesangon dan tunjangan. Yang ada hanya penyerahan uang tabungan pegawai sendiri dalam bentuk THT dan iuran BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Giri pada Sabtu (18/9/2021).

Terkait hal ini, Giri meminta publik agar tidak ada salah tafsir isi SK.

"Jangan salah memahami SK bahwa itu adalah karena diberikan oleh mereka (KPK)," mintanya.

Baca: Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Segera Dipecat 30 September 2021, Novel Baswedan Beri Tanggapan

Selanjutnya Giri membandingkan nasib 56 pegawai KPK yang dipecat dengan buruh pabrik.

Bahkan, ia menyebut pemberantas korupsi dicampakkan layaknya sampah karena tak menerima pesangon dan tunjangan.

"Buruh pabrik saja dapat pesangon, pemberantas korupsi dicampakkan seperti sampah," pungkasnya.

Sementara itu, Faisal yang termasuk pegawai KPK yang diberhentikan menyebut pimpinan KPK di bawah Firli Bahuri telah semena-mena menggusur dirinya dan kawan-kawan.

Baca: Sidang Eks Bupati Kuansing, Saksi Ungkap Kronologi Penyerahan Uang Rp500 Juta ke Oknum Pegawai KPK

Pasalnya, mereka telah mengabdi selama belasan tahun di lembaga anti rasuah tersebut.

"Pimpinan KPK secara kejam telah menggusur kami, 56 pegawai KPK. Mereka telah buta-hati mendepak anak kandungnya sendiri. Atau, sejak awal barangkali kami memang dianggap anak haram. Sebuah perangai yang bengis dan semena-mena. Bahkan, sampai titik tertentu sudah biadab," tandas Faisal. (Trbun-Video.com/Tribunnews.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tak Dapat Pesangon, Novel Baswedan Dkk Hanya Terima Tunjangan Hari Tua dan BPJS Ketenagakerjaan

# Novel Baswedan # KPK # Komisi Pemberantasan Korupsi # pemecatan # Tes Wawasan Kebangsaan # TRIBUNNEWS UPDATE

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Bima Maulana Rahmad Hidayat
Video Production: Unzila AlifitriNabila
Sumber: Tribunnews.com

Video Populer