Kanal

Fakta Baru soal Pembunuhan Subang, 55 CCTV Dikantongi Rekam Pelaku Pakai Avanza Putih dan NMAX Biru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pihak kepolisian telah menganalisa setidaknya 55 titik rekaman CCTV yang diduga berkaitan dengan kasus pembunuhan di Subang Jawa Barat.

Dari rekaman CCTV tersebut, pihak kepolisian menemukan sejumlah fakta baru dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang Jawa Barat ini.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga telah menganalisa alat komunikasi atau ponsel yang dimiliki korban.

Dikutip dari Tribunnews.com, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan menuturkan, hasil analisis kepolisian telah mendapati sejumlah fakta baru pada rekaman CCTV.

55 titik CCTV tersebut ada di arah perjalanan dari wilayah Bandung ke Subang.

"Penyidik sudah melihat rekaman CCTV di 55 titik arah perjalanan dari wilayah Bandung ke Subang. Jadi dia sampai ke Subang," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Saat ini, pihaknya masih menilai kesesuaian keterangan saksi dengan CCTV yang didapatkan Polri.

Fokus kepolisian saat ini juga untuk mendalami alat komunikasi milik korban.

"Penyidik melihat kesesuaian antara keterangan saksi dengan CCTV. Penyidik juga melakukan analisa telekomunikasi dari alat komunikasi atau HP yang dimiliki korban," jelasnya.

Ramadhan mengungkapkan, penyidik mengalami kesulitan lantaran tidak memiliki saksi yang melihat langsung kejadian pembunuhan tersebut.

Meski begitu, pihaknya tetap akan melakukan pembuktian kasus tersebut melalui scientific investigation.

Baca: Bukan Yosef Sendiri, Sosok Ini Rupanya yang Suruh Kuasa Hukum untuk Bantu Kasus Pembunuhan di Subang

"Sedikit kendala yang dihadapi penyidik di mana tidak ada saksi pada saat berlangsungnya peristiwa tersebut. Jadi benar-benar penyidik menggunakan scientific investigation. Seperti yang saya sampaikan tadi, menggunakan pembuktian melalui scientific melalui rekaman CCTV, melalui analisis keuangan, analisis telekomunikasi, analisis DNA," kata dia.

Bareskrim Polri juga menuturkan bahwa kasus tewasnya ibu dan anak di Subang Jawa Barat adalah kasus pembunuhan berencana.

Hal ini merupakan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan tim gabungan.

"Kasus tindak pidana pembunuhan berencana. Penyidik menyimpulkan kasus ini merupakan diduga tindak pidana pembunuhan dan direncanakan, Pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Dugaan itu juga berdasarkan analisa dari penyelidikan yang telah dilakukan tim gabungan hingga serangkaian pemeriksaan saksi-saksi.

"Dimana penyidik sudah bekerja dengan menggunakan analisa-analisa yang dilakukan dari pemeriksaan terhadap saksi-saksi," jelasnya.

Dari hasil rekaman CCTV di lokasi, Ramadhan menduga bahwa pelaku pembunuhan kedua korban menggunakan Avanza berwarna putih.

"Dari kesesuaian itu, hanya sementara ini ada dugaan bahwa diduga pelaku menggunakan kendaraan, ini hanya diduga atau ada dugaan sebuah kendaraan jenis avanza warna putih. Artinya kalaupun dia pelaku, ada hubungannya dengan kejadian tersebut," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Selain mobil Avanza, Ramadhan juga menyebut bahwa kendaraan lain yang digunakan pelaku adalah sepeda motor berwarna biru.

Kendaraan roda dua tersebut berjenis NMAX.

Saat ini, pihak kepolisian juga telah mendalami pemilik kendaraan tersebut di wilayah Jawa Barat.

"Nah itu kalau kita lihat dari data dengan plat yang ada di sana (Jabar), ada 5.572 unit. Dari 5.572 unit itu mengerucut ada 26. Ada 26 kendaraan roda dua NMAX biru. Jadi lebih mengerucut kepada warga yang ada di sekitar situ di Kab Subang," ungkapnya.

Pihak kepolisian kini juga masih mendalami hubungan kendaraan tersebut dengan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polri Analisa 55 Titik CCTV Terkait Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

# HOT TOPIC # Pembunuhan di Subang # Ibu dan Anak Tewas di Mobil # rekaman CCTV # nmax

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Nila
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com

Video Populer