Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-VIDEO.COM - Koordinator Pelatihan Doping PON XX Papua, dr Veranika Darmidy meminta setiap atlet kooperatif apabila diminta untuk pemeriksaan doping.
Hal ini untuk menjamin kemurnian ataupun kualitas raihan juara dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Oktober mendatang.
"Tentu ini sebenarnya peraturan dunia, di mana no test doping no game, karena kita semua menginginkan pertandingan yang sportif," ujarnya kepada Tribun-Papua.com, di sela pelatihan tenaga kesehatan 4 klaster PON XX di Kota Jayapura, Kamis (16/9/2021).
Veranika berujar, nilai kejujuran dan sportifitas sangat penting dalam sebuah pertandingan.
Baca: PON XX PAPUA: Tim Selam DKI Jakarta Target Delapan Emas di PON 2020
Baca: PON XX PAPUA: Tim Billiard Sulut Optimis Raih Emas di PON XX Papua
"Dengan adanya pemeriksaan doping bagi atlet, bertujuan untuk memastikan seorang atlet menang dengan murni dan jujur, serta tidak dibuat-buat," jelasnya.
Adapun prosedur pemeriksaan doping bagi atlet, dilakukan menyesuaikan kondisi pertandingan.
"Pengujian doping dapat dilakukan bagi atlet yang sudah ditargetkan meraih medali, dan atlet peraih medali, guna membuktikan keabsahannya," tegasnya.
Pada saat pelaksanaan, daftar nama atlet PON XX yang akan diperiksa, bersifat dinamis tergantung posisi atlet tersebut dalam suatu capaian pertandingan.
Para atlet dan official PON XX Papua 2021 diwajibkan dapat bersifat kooperatif terhadap ketentuan yang ada. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Atlet PON XX Papua Wajib Kooperatif Tes Doping, dr Veranika: No Test No Game
# PON XX Papua # Kota Jayapura # doping
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.