Kanal

Tampang Debt Collector yang Aniaya hingga Tewaskan Seorang Pria di Bali, Polisi Tetapkan 7 Tersangka

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang pria di Denpasar, Bali menjadi korban penganiayaan hingga tewas yang dilakukan oleh debt collector atau penagih utang.

Polresta Denpasar menetapkan tujuh tersangka terkait kasus pembunuhan dan pengeroyokan terhadap korban berinisial GB (34).

Diketahui kasus pengeroyokan yang berujung pembunuhan itu terjadi di Jalan Subur-Jalan Kalimutu, Denpasar Barat, Jumat (23/7/2021).

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, dari tujuh yang ditetapkan sebagai tersangka, dua di antaranya merupakan warga asal Bali.

Baca: Tersangka Pembunuhan Anggota Ormas oleh Debt Collector di Bali Bertambah Jadi 7 Orang

Kemudian lima orang lainnya berasal dari Ambon, Maluku.

Jansen mengatakan, pelaku penganiayaan tersebut berinisial WS (40), BB (42), GBC (23) , FK (31), JBL (30), GPW (27) dan DBB (23).

Saat pers rilis pengungkapan kasus ini, Jansen menyebutkan masing-masing dari pelaku memiliki peran.

Dikutip dari Tribun-Bali.com, kelima orang, GBC, FK, JBL, GPW dan DBB merupakan pelaku pengeroyokan.

Sedangkan WS berkepala pelontos ini disebut sebagai pelaku yang menghabisi nyawa korban.

Sedangakan BB merupakan otak penyerangan sekaligus direktur dari perusahaan debt collector.

"Dari ke tujuh orang, enam orang itu menjadi pelaku pengeroyokan secara bersama-sama dan satu lagi sebagai pelaku pembunuhan yakni WS. Pelaku WS mengaku melakukan aksi penebasan menggunakan pedang tiga kali," kata Kapolresta Denpasar.

Baca: Anggota Ormas di Bali Dianiaya Debt Collector hingga Tewas, Bermula saat Penarikan Tagihan Motor

Kapolresta mengatakan, peristiwa ini terjadi karena masalah pembayaran kredit motor macet.

Menurutnya, peristiwa ini bermula saat kakak korban berinisial KW, didatangi beberapa debt collector dan hendak mengambil sepeda motor yang sudah macet pembayarannya.

Dari informasi yang diperoleh, sepeda motor tersebut merupakan milik teman KW yang dititipkan kepadanya.

Karena tak ada surat tugas, KW kemudian menolak untuk diambil motornya.

Ia kemudian dibawa ke perusahaan debt collector tersebut bersama adiknya GB, untuk menyelesaikan permasalahan pembayaran tersebut.

Saat berada di perusahaan mereka sempat mendapat pukulan.

KW dan juga GB kemudian melarikan diri, namun dikejar oleh pelaku.

Saat berusaha melarikan diri, GB disabet menggunakan parang sebanyak tiga kali hingga korban tewas.

Sedangkan KW mengalami luka robek pada bagian kepala akibat terkena tebasan pedang dari salah seorang pelaku.

(Tribun-Video.com/Tribun-Bali.com)

# debt collector # penganiayaan # motor # Bali # Denpasar

Baca berita lainnya terkait debt collector

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Kronologi Lengkap Pengeroyokan di Jalan Gunung Patuha, Berujung Pembunuhan di Jalan Subur Denpasar

Editor: Purwariyantoro
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: Tribun Bali

Video Populer