Kanal

Warga Digegerkan dengan Narasi Orang yang Sudah Divaksin Punya Gelombang Bluetooth, Kemenkes: Hoaks!

TRIBUN-VIDEO.COM - Berbagai misinformasi seputar vaksin virus corona masih terus menyebar dengan berbagai narasi.

Seperti baru-baru ini, heboh informasi yang mengatakan orang yang sudah divaksin memiliki gelombang bluetooth lalu bisa terpancar ke ponsel seluler.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi menegaskan, informasi tersebut dalah hoaks.

Dikutip dari Kompas.com, misinformasi itu salah satunya beredar di platform media sosial Facebook.

Sebuah akun, membagikan tangkapan layar yang di dalamnya juga menjelaskan cara menyambungkan gelombang bluetooth yang terpancar dari tubuh ke ponsel seluler.

Bahkan, dalam unggahan tersebut menyebutkan jika seseorang yang sudah divaksin menjadi mayat hidup yang terkoneksi dengan signal 5G.

Baca: Polisi Tangkap Perusak Mobil Ambulans SAR DIY yang Angkut Pasien Covid-19, Ngaku Termakan Hoaks

"Orang yg sudah divaksin memiliki gelombang bluetooth. Bagi yg sudah di vaksin coba di tes. Caranya , jauhkan seluler/jaringan sekitar yg ada jaringan bluetooth kemudian nyalakan browsing bluetooth.. jika muncul angka ^ kode itulah kode vaksin anda,"

"Selamat bagi yg sudah di vaksin anda jadi mayat hidup yg terkoneksi dengan signal 5G yang di kendalikan oleh Zionis serta pemerintah RRC." tulisan diunggahan akau Facebook.

Mengetahui hal itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi menegaskan, informasi yang disebarkan melalui akun media sosial tersebut adalah berita bohong.

"Walah, itu hoax lah pasti," ujar Nadia, yang juga menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (16/4/2021).

Nadia menyebutkan, vaksin Covid-19 tidak ada hubungannya dengan kode maupun gelombang apa pun, termasuk bluetooth.

Baca: Dokter Lois Owien Mengaku Menyesal Sebar Hoaks dan Tak akan Hilangkan Barang Bukti

"Ini kan vaksin cairan, enggak ada hubungannya dengan barcode atau gelombang apa pun itu," kata dia.

Ia menekankan, bahan-bahan yang ada pada vaksin Covid-19 juga dipastikan aman untuk diberikan kepada masyarakat.

Nadia menjelaskan jika bahan vaksin Covid-19 berasal dari virus yang sudah mati atau bagian virus.

Salain itu, Nadia menambahkan pendukung lain yang digunakan adalah pengawet dan stabiliser, bukan barcode.

"(Bahannya) virus yang sudah mati atau bagian virus, bahan pendukung seperti pengawet dan stabiliser, jadi bukan barcode," ujar Nadia.

Masyarakat diingatkan untuk tak percaya dengan berbagai hoaks seputar vaksin virus corona.

"Vaksin aman dan jangan percaya hoaks, dan jangan mudah sebar hoaks," kata Nadia.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beredar Informasi Orang yang Sudah Divaksin Punya Gelombang Bluetooth, Kemenkes: Hoaks!"

# vaksin # Bluetooth # Kemenkes # hoaks # Covid-19 # Siti Nadia Tarmizi

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Kompas.com

Video Populer