Kanal

KPI Hentikan Sementara Tayangan Sinetron "Zahra" Indosiar: Ada Potensi Pelanggaran P3 & SPS

TRIBUN-VIDEO.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan menghentikan sementara penayangan sinetron "Suara Hati Isti: Zahra" yang ditayangkan oleh Indosiar.

Sinetron Zahra memuat tayangan yang berpotensi melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI 2012.

Keputusan tersebut ditetapkan seusai pihak KPI melakukan evaluasi menyeluruh mulai dari jalan cerita hingga kesesuaian dengan klasifikasi program siaran.

Dikutip dari Antaranews.com, keputusan tersebut adalah hasil dari pertemuan yang dihadiri oleh Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo, Komisioner KPI Bidang Kelembagan Nuning Rodiyah, Komisioner KPI Pusat Koordinator Bidang PS2P Mohammad Reza dan Direktur Program Indosiar Harsiwi Ahmad, Kamis (3/6/2021).

Baca: Pemeran Zahra Sudah Diganti, KPI Hentikan Sementara Hentikan Sinetron Suara Hati Istri

Dalam pertemuan tersebut membahas mengenai pelanggaran prinsip perlindungan terhadap kepentingan anak dan perempuan.

Evaluasi KPI tersebut mencakup jalan cerita dan kesesuaiannya dengan klasifikasi program siaran yangtelah ditentukan dengan kode (R) berarti remaja.

Selain itu, evaluasi juga mencakup mengenai artis yang masih berusia 15 tahun yang berperan sebagai istri ketiga.

Pihak KPI juga menerima aduan dari masyarakat dengan adanya artis 15 tahun yang memerankan sosok istri ketiga dengan segala romantisme suami istri yang berlebihan.

Menurut KPI, alur cerita sinetron Zahra juga memuat cerita yang sarat kekerasan dalam rumah tangga sehingga berpotensi melanggar hak-hak anak.

Komisioner KPI Bidang Kelembagaan Nuning menyebut, ada tuntutan dari masyarakat agar sinertron Zahra dihentikan.

"Ada tuntutan dari masyarakat agar sinetron ini dihentikan. Namun KPI sendiri berkepentingan untuk menjernihkan masalah ini agar tindakan yang diambil sesuai dengan kewenangan dan juga berdasarkan regulasi yang ada," kata Nuning dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Mohammad Reza menyebut, jangan sampai ada polemik seusai realitas di masyarakat dituangkan dalam sinteron tersebut.

Lembaga penyiaran dan rumah produksi harusnya memahami peraturan terkait konten siaran.

Tak hanya regulasi penyiaran, rumah produksi juga harus memahami Undang-Undang lainnya seperti perlindungan anak dan perkawinan.

Reza mengungkapkan, sinteron Zahra sebelumnya juga pernah mendapat sanksi teguran tertulis.

Ia berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk semua pihak.

Menanggapi hal tersebut, pihak Indosiar berjanji akan mengubah jalan cerita dalam sinetron Zahra.

Harsiwi menerima masukan mengenai KDRT dan romantisme berlebihan di dalam sinteron tersebut.

Baca: Kementerian PPPA Singgung Sinetron Zahra, Soroti Pernikahan Dini dan Pemaksaan Hubungan Seksual

Namun Harsiwi tidak setuju dengan pernyataan, sinetron tersebut digunakan sebagai media promosi pernikahan dini.

Pasalnya di dalam cerita, sosok Zahra digambarkan telah lulus SMA.

Sementara, Harsiwi menjelaskan mengenai poligami di dalam cerita. Hal itu merupakan gambaran proporsional poligami yang dapat menimbulkan masalah dan intrik.

"Sedangkan terkait poligami, ide awalnya adalah ingin memberikan gambaran proporsional poligami yang dapat menimbulkan masalah dan intrik," ujar Harsiwi.

Harsiwi akan menghentikan sementara program siaran Sinetron Zahra sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut.

Siwi, panggilan akrabnya, akan memberikan kesempatan pada rumah produksi untuk menutup cerita dan menyusun alur cerita selanjutnya.

(Tribun-Video.com/Antara)

Artikel ini telah tayang di bengkulu.antaranews.com berjudul "KPI hentikan sinetron 'Zahra'"

Baca berita terkait lainnya

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Reporter: Firdausi Rohmah Rizki Ananda
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Antara

Video Populer