Kanal

5 Pemuda di Klaten Terancam Hukuman Mati karena Terbangkan Balon Udara Isi Petasan

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebanyak lima pemuda terancam hukuman seumur hidup hingga hukuman mati akibat aksi mereka menerbangkan balon udara berisi petasan.

Balon udara tersebut diketahui diterbangkan dari Kabupaten Magelang dan meledak di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (17/5/2021) kemarin.

Kelima tersangka mengaku membuat balon udara tersebut untuk memeriahkan momen lebaran

Berdasarkan rilis dari Humas Polres Klaten, kelima tersangka berasal dari daerah yang sama yakni Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Lima tersangka tersebut adalah AG (18), AP (20), NT (33), MW (25), dan N (23).

Balon udara diketahui meledak tepatnya di Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.

Para tersangka diamankan tak lama setelah balon udara itu meledak.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Selasa (18/5/21) mengatakan, dari temuan-temuan di TKP baik berdasarkan balon udara, mercon, dan sumbu, bisa membuah pihaknya mengetahui lokasi alamat para tersangka menerbangkan.

Balon udara diketahui memiliki tinggi tiga meter dan berjumlah dua buah.

Baca: 5 Pemuda Pembuat Balon Udara Petasan yang Meledak di Klaten Ditahan, Pelaku Asal Srumbung Magelang

Untuk membuat satu buah balon udara itu, para tersangka mengeluarkan biaya sebesar Rp1,5 juta.

Masing-masing tersangka memiliki peran yang berbeda dalam merakit balon udara berisi petasan tersebut.

Balon udara pertama mereka terbangkan pada Sabtu (15/5/2021).

Pada saat penerbangan pertama, balon naik hingga ketinggian 150 meter dan meledak di atas.

Sisa balon udara juga turun di tempat yang sama, di daerah mereka.

Namun pada balon kedua, balon tersebut tidak meledak dan terbang jauh dari wilayah tempatnya diterbangkan.

Pada saat meledak di Klaten, ledakan itu menyebabkan genteng rumah warga bergetar dan ada satu kaca rumah warga pecah.

Diketahui tidak ada korban jiwa dan luka-luka akibat peristiwa itu.

Tersangka AG mengaku, ia dan empat tersangka lainnya berniat memeriahkan momen lebaran.

Akibat aksinya itu, kelima tersangka terancam hukuman mati karena membahayakan keselamatan orang lain.

Para tersangka dijerat penyidik Polres Klaten dengan pasal pasal 1 ayat (1) Jo Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 tentang Senjata Tajam dan Bahan Peledak dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tinggginya 20 tahun Subsider Pasal 188 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke – 1e KUHP.

Selain itu, perwakilan dari Kementerian Perhubungan menjelaskan bahwa balon udara juga bisa membahayakan penerbangan pesawat.

Terutama jika balon udara memasuki jalur lintasan pesawat.

Perwakilan Kementerian Perhubungan Udara Aditya menegaskan, penerbangan balon udara memiliki aturannya tersendiri sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 40 tahun 2018.

Syarat-syarat penerbangan balon udara di antaranya adalah tak boleh terbang setinggi 150 meter, harus memakai tali agar tidak lepas kendali, hingga harus memiliki warna yang mencolok.

Masyarakat juga dilarang menerbangkan benda apapun termasuk balon udara pada radius 15 km dari bandara. (TribunWow.com/Anung)

# viral di media sosial # Balon Udara # terancam hukuman mati # Klaten # petasan

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Andheka Malestha
Sumber: TribunWow.com

Video Populer