Kanal

Pemerintah Buka Keran Investasi Miras, Kritik Pedas Rocky Gerung: Cari Duit dengan Memabukkan Orang

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah membuka izin investasi untuk industri minuman keras (miras) atau beralkohol dari skala besar hingga kecil dengan syarat investasi hanya dilakukan di daerah tertentu.

Aturan itu merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Hal tersebut mendapatkan banyak penolakan dankomentar dari berbagai pihak, satu diantaranya yakni pengamat politik, Rocky Gerung.

Dilansir Kompastv, Rocky Gerung menganggap pemerintah telah mengeksploitasi tradisi nusantara untuk mencari keuntungan.

Baca: Hoaks! Polri Paksa Rocky Gerung Masuk ke Penjara

Selain itu, ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak memanfaatkan tradisi meminum alkohol untuk mencari keuntungan.

"Jadi jangan dianggap bahwa kalau ada tradisi itu maka berarti mabuk-mabuk itu ada juga di dalam kultur itu kan. Dan ini kacaunya cara melihatnya pemerintah," ujarnya.

Hal tersbeut lantaran ia merasa bahwa kebiasaan mengkonsumsi miras hanyalah sebagai local wisdom atau kearifan local.

"Jadi bagian ritual itu adalah local wisdom (kearifan lokal). Nah, ini pemerintah mengeksploitasi lokal wisdom itu untuk menutup kedunguan anggaran, kan ini persoalannya. Jadi yang mabuk pemerintah yang bakal disalahin rakyat jadinya kan," tegasnya.

Baca: Polemik Investasi Miras di Indonesia, PBNU: Tolak Keras! Indonesia Bukan Negara Sekuler

Selain itu, ia juga menyoroti terkait kejahatan yang banyak terjadi akibat terpengaruh minuman beralkohol.

Rocky kembali menegaskan bahwa ia menganggap bahwa pemerintah menjadikan minuman keras itu sebagai konsumsi yang bukan sekadar legal tapi juga dimaksudkan untuk menghasilkan devisa.

"Jadi etikanya itu yang buruk, yaitu mencari devisa dengan memabukan orang, itu persoalannya. Pemerintah jangan ekspoitasi itu," jelasnya. (Tribun-Video.com/Kompastv)

Artikel ini telah tayang di Kompastv dengan judul Kritik Pedas Rocky Gerung soal Miras: Etika Pemerintah Buruk, Cari Duit dengan Memabukan Orang

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Reporter: Mufti Rosyidatul Fauziah
Video Production: arvent
Sumber: Kompas TV

Video Populer