Kanal

Rentetan Tudingan Jhoni Allen setelah Dipecat: SBY Bukan Pendiri hingga Manipulasi Pemilihan Ketum

TRIBUN-VIDEO.COM - Beberapa waktu lalu, Partai Demokrat baru saja memberhentikan tujuh anggotanya secara tidak hormat.

Satu di antaranya adalah Jhoni Allen Marbun.

Kini ia melempar berbagai tudingan ke Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Berbagai tudingan dilontarkan, tersmasuk menyebut SBY bukanlah pendiri Partai Demokrat.

Ia mengatakan, SBY baru muncul setelah mengundurkan diri sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Menurut Jhoni, SBY baru bergabung dengan Demokrat setelah partai itu lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengikuti Pemilu 2004.

Ia mengeklaimm, dirinya dan para kader Demokrat-lah yang telah bersusah payah meloloskan partai pada Pemilu 2004.

Bahkan, Jhoni juga menyebut, SBY hanya menyumbang Rp100 juta dalam bentuk empat lembar travel check di hotel daerah Bogor dalam partisipasinya pada Pemilu 2004.

Baca: Tegaskan SBY Tak Berkeringat Dirikan Demokrat, Jhoni Allen: Demi Tuhan, Dia Tidak Berdarah-darah

Ia menyebut SBY tidak berkeringat sama sekali dalam meloloskan partai di kancah Pemilu 2004.

Bahkan, Jhoni juga menuding SBY telah merekayasa hasil kongres V Partai Demokrat 2020 lalu.

Dalam kongres tersebut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dikukuhkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Menurutnya, SBY mendesain ketua DPD seluruh Indonesia untuk mendeklarasikan AHY sebagai ketum.

Ia juga mengatakan, dalam kongres tersebut tak ada bahasan soal tata tertib acara hingga syarat pemilihan ketum.

Tak ada juga laporan pertanggungjawaban dari SBY sekalu ketum sebelumnya.

Terkait tudingan-tudingan tersebut, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, hal itu hanya ekspresi kekecewaan seseorang yang baru dipecat.

Herzaky kemudian mengimbau agar Jhoni dan enam kader lain yang diberhentikan untuk tidak terbawa perasaan.

Sebab pemberhentian itu merupakan kesalahan dari para mantan kader.(*)

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Cameraman: fajri digit sholikhawan
Video Production: bagus gema praditiya sukirman
Sumber: Tribun Video

Video Populer