Kanal

Kisah Kades di Majene Cari Bantuan untuk Korban Gempa, Jumlah Terbatas hingga Relakan Uang Pribadi

TRIBUN-VIDEO.COM, AMBON - Belum meratanya bantuan membuat korban gempa Majene, Sulawesi Barat melakukan berbagai hal untuk mendapatkan bantuan.

Mulai dari menghubungi teman hingga meminta bantuan di media sosial.

Menurut pengakuan warga yang mengungsi, bantuan sudah diterima namun belum merata.

Hal ini dikarenakan terbatasnya jumlah bantuan yang diberikan.

Masri, Kepala Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Majene, mengatakan dirinya bahkan harus mengeluarkan uang pribadinya, untuk membantu warga setempat.

"Karena bantuan yang diterima dari posko induk tidak cukup, saya sendiri yang mencukupi," katanya saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (17/1/2021).

"Untuk sementara saya pakai uang pribadi dulu, berkordinasi dengan Kadis PMD (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kabupaten Majene," tambahnya.

Baca: Tenda Korban Gempa di Majene Beterbangan Diterpa Angin Kencang, Pengungsi: di Mana Kami Berlindung?

Menurut keterangan Masri, bantuan mulai diberikan dua hari setelah gempa terjadi.

"Kemarin pasca bencana 2 hari tidak ada bantuan turun, saya beli sendiri mi sama air mineral," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Masri, bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 4 karung, mi, dan air mineral.

Masri mengaku telah mendistribusikan bantuan tersebut ke warga.

Sembari menunggu datangnya bantuan yang diberikan oleh pemerintah, Masri sempat melakukan berbagai cara untuk mendapatkan bantuan.

Mulai dari menghubungi rekan kerja hingga meminta bantuan di media sosial.

"Saya sambil mencari bantuan dari luar daerah, seperti teman, mahasiswa, rekan kerja, kemudia media sosial," ujarnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Kades di Majene Cari Bantuan untuk Korban Gempa, Jumlah Terbatas hingga Relakan Uang Pribadi

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Enggar Tiasto
Sumber: Tribunnews.com

Video Populer