Kanal

Kuras Harta Korban Rp 15,8 Miliar, Komplotan Penipu Bermodus Kenalan di Medsos Ditangkap Polisi

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUN-VIDEO.COM, KEBAYORAN BARU - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap lima tersangka penipuan dengan modus berkenalan di media sosial.

Satu tersangka di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Nigeria berinisial AF (40).

Sedangkan empat tersangka lainnya adalah HIT (30), BHT (21), R (40), dan WH (36).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, polisi masih mengejar satu tersangka lainnya, yakni WNA asal Afrika berinisial F (40).

Baca: Penipuan Modus Jadi Tim Satgas Covid-19 Terjadi di Padang, 2 Pelaku Ditangkap Polisi

"F itu kaptennya atau bos dari kelompok ini," kata Yusri saat merilis kasus ini, Jumat (27/11/2020).

Penipuan ini bermula saat F berkenalan dengan korbannya di media sosial.

Saat berkenalan, F mengaku sebagai warga negara Inggris. Ia juga memasang foto profil dengan wajah orang lain di akun media sosialnya.

Korban tertipu hingga mau diajak berpacaran dengan tersangka.

"Kerugian daripada korban ini mencapai Rp 15 miliar lebih, Rp 15,8 miliar," ungkap Yusri.

Setelah berpacaran, tersangka mulai menguras harta korban dengan segala bujuk rayu.

Tersangka berulang kali meminjam uang kepada korban dalam jumlah besar.

Baca: Pelaku Penipuan Investasi Bodong Trading Forex Ditangkap, Korbannya Dirugikan hingga Rp15 Miliar

"Bujuk rayunya macam-macam. Mulai dari (pinjam uang) untuk keperluan asuransi orangtuanya, proyek investasi orangtuanya, dan lain-lain," ujar Yusri.

Sampai akhirnya korban sadar telah tertipu dan kehilangan uang hingga Rp 15,8 miliar. Korban pun segera melaporkan hal itu ke polisi.

Dalam kasus ini, kelima tersangka yang telah diamankan memiliki peran masing-masing.

Tersangka HIT dan BHT bertugas melakukan penarikan uang di mesin ATM. Tersangka R menghitung uang yang diserahkan oleh HIT dan BHT.

Tersangka WH adalah orang yang membuka puluhan rekening untuk menampung uang hasil kejahatan. Sementara itu, tersangka AF menerima uang tersebut dan menyetorkannya kepada F.

Para tersangka dijerat Pasal 55 dan atau Pasal 56 KUHP Jo Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 85 UU RI Nomor 3 Tahun 2011. Mereka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. (*)

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: TribunJakarta

Video Populer