Kanal

Ibu Hamil Ditolak Melahirkan di 4 RS di Lampung seusai Dinyatakan Positif Covid-19 dari Rapid Tes

TRIBUN-VIDEO.COM - RH (36) warga Kecamatan Natar, Lampung Selatan mengalami peristiwa kurang menyenangkan saat hendak melahirkan.

RH ditolak oleh empat rumah sakit setelah dinyatakan positif Covid-19, meski hanya berdasakan rapid test atau tes cepat, bukan tes swab.

Kuasa Hukum pasien, Akriman Hadi mengatakan, peristiwa itu berawal saat kliennya itu memeriksa kandungan di bidan desa setempat pada 12 September 2020, sekitar pukul 16.00 WIB.

“Dari pemeriksaan bidan desa, klien kami dinyatakan tensi darahnya tinggi dan juga memiliki riwayat keguguran serta kuret, sehingga bidan desa merujuk Rumah Sakit Permata Hati di Kota Metro,” kata Hadi di Mapolresta Bandar Lampung, Sabtu (31/10/2020), dilansir oleh Kompas.com.

Di hari yang sama, pasien bersama suami dan adiknya tiba di RS Permata Hati sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung dibawa ke ruang UGD.

Kemudian, di Rumah Sakit Permata Hati, RH menjalani serangkaian pemeriksaan hingga Rapid Test.

Namun, tiba-tiba RH dan keluarganya dikejutkan dengan kedatangan dokter yang menyatakan ia positif terinfeksi Covid-19.

“Sekitar pukul 21.30 WIB, datang seseorang yang mengaku dokter dan dengan keras menyampaikan kepada klien kami, ‘Ibu positif Covid,” kata Hadi.

Lantaran RS Permata Hati bukan rumah sakit rujukan Covid-19, RH pun dirujuk untuk melahirkan di RS lainnya.

"Akibat pernyataan RS Permata Hati bahwa klien kami positif Covid-19 dari hasil rapid test itu, keluarga kami dirugikan," tutur Hadi.

Dikutip dari Kompas.com, ada empat rumah sakit yang menolak RH.

RS tersebut antara lain tiga RS di Metro termasuk Permata Hati dan satu RS di Bandar Lampung.

RH akhirnya melahirkan di RS Abdul Moeloek atas persetujuan dokter tanpa melampirkan rujukan RS Permata Hati.

Sementara, pihak RS Permata Hati menuturkan, perlakuan rumah sakit sudah sesuai dengan prosedur penanganan Covid-19.

RH dirujuk ke RS lain karena RS Permata Hati bukan RS rujukan Covid-19.

"Kami sudah memberikan pasien rujukan ke rumah sakit lain, karena RS Permata Hati bukan rumah sakit rujukan Covid-19," tutur kuasa hukum RS Permata Hati Robert O Aruan.

Menyusul kejadian itu, pihak RH melayangkan somasi sebanyak dua kali pada RS Permata Hati.

Menanggapi somasi, pihak rumah sakit hanya memberikan klarifikasi. (Tribun-video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Baru Rapid Test Sudah Dinyatakan Positif Covid-19, Ibu Hamil Ditolak Melahirkan di 4 RS

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Rena Laila Wuri
Video Production: Bhima Taragana
Sumber: Kompas.com

Video Populer