Kanal

Begini Suasana Demo UU Cipta Kerja di Berbagai Kota, Malioboro Dirusak hingga Gedung DPRD Dibakar

TRIBUN-VIDEO.COM - Demonstrasi buruh, mahasiswa, dan pemuda yang menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Sejak disahkannya RUU Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja oleh DPR pada Senin (5/10/2020) lalu, sejumlah aksi penolakan terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Memasuki hari ketiga hari ini, Kamis (8/10/2020), aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja masih berlangsung di berbagai kota besar di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunnews, setidaknya demo terjadi di Jakarta, Medan, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Malang, dan kota-kota besar lainnya.

Aksi demo di sejumlah kota besar juga diwarnai aksi anarkis bahkan hingga pembakaran gedung DPRD.

Berikut sejumlah aksi demo yang akan berlangsung hari ini di berbagai wilayah di Indonesia yang berujung kericuhan:

1. Malang

Aksi massa menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Malang berpusat di depan kantor DPRD Kota Malang.

Aksi demo berujung ricuh setelah massa yang berada tepat di depan gedung DPRD Kota Malang melempari gedung tersebut.

Kericuhan memuncak setelah massa mencoba membakar gedung DPRD Kota Malang.

Api muncul di gedung DPRD, dan massa meringsek masuk dengan memanjat pagar untuk melakukan pengrusakan gedung DPRD Kota Malang.

2. Medan

Ribuan massa gabungan aktivis mahasiswa bersama buruh tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Medan berpusat di depan Gedung DPRD Sumut.

Aksi demonstrasi di Medan juga berakhir ricuh setelah terjadi pelemparan batu ke arah petugas keamanan.

Akibatnya, personel kepolisian menjadi korban.

Petugas kepolisian menyemprotkan air dan menembakkan gas air mata untuk mencegah aksi massa yang lebih anarkis.

3. Surabaya

Massa aksi yang menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya juga diwarnai kericuhan.

Para pendemo mencoba mendobrak pagar berduri dan pagar Gedung Negara Grahadi.

Aksi saling dorong pun tak terelakkan.

Aksi saling kejar-kejaran juga terjadi antara pihak polisi dan pendemo.

Akita aksi anarkis massa, Jalan Yos Sudarso Surabaya sudah ditutup.

4. Yogyakarta

Aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Yogyakarta berlangjung di gedung DPRD DIY dan kantor Gubernur DIY.

Aksi demo di kawasan Jalan Malioboro Yogyakarta itu sempat diwarnai tembakan gas air mata dari aparat kepolisian.

Aksi gabungan massa dari empat elemen mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi masyarakat sipil itu juga diwarnai aksi lempar botol dengan polisi.

5. Tangerang

Bentrokan antara massa dengan aparat dalam aksi penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja pecah di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang

Bentrokan ini berawal saat massa berupaya menembus barikade aparat yang berjaga di Jalan Daan Mogot, perbatasan Kota Tangerang dengan Jakarta.

Sementara aparat membalas dengan menyemprotkan water canon. Bentrokan antara keduanya tak terhindarkan.

Dalam bentrokan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, massa berhasil memukul mundur aparat gabungan.

Akibat bentrokan tersebut, lima orang yang berstatus sebagai pelajar terluka.

6. Lampung

Aksi penolakan UU Omnibus Law UU Cipta Kerja melibatkan massa pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang berdemonstrasi di kantor DPRD Provinsi Lampung di Kota Bandar Lampung.

Puluhan orang menjadi korban luka dalam demo menolak UU Cipta Kerja di DPRD Lampung yang berlansung anarkis.

Aksi anarkis terjadi ketika massa menyerang petugas dan dibalas dengan tembakan gas air mata.

Setelah polisi mengeluarkan gas air mata, aksi massa terpecah bahkan ada yang terinjak-injak.

Aktibat kerusuhan tersebut 26 orang pendemo, 11 polisi, dan 1 anggota TNI terluka.

7. Bandung

Di Bandung, aksi kerusuhan demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja berujung hasil rapid test yang reaktif.

Dari 209 orang massa yang diamankan karena terlibat kericuhan, 13 orang di antaranya reaktif Covid-19.

Dari 209 orang itu, banyak dari mereka yang berstatus pelajar. Usianya dari 15 tahun hingga 20 tahun.

Sebelumnya 209 orang pendemo itu diamankan karena aksi anarkis dengan merusak fasilitas umum, menjebol gerbang DPRD, membakar ban, hingga melakukan vandalisme.

8. Manado

Di Manado, aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja juga berujung kericuhan.

Polisi dan massa terlibat aksi saling dorong sebanyak dua kali hingga akhirnya ricuh karena massa memaksa masuk ke Gedung DPRD Provinsi Sulut.

Bahkan tujuh mahasiswa justru ditahan polisi.

Penahanan tersebut justru digunakan polisi untuk bernegosiasi agar massa mau membubarkan diri.

9.Padang

Demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Padang juga berujung kericuhan.

Bahkan, Ketua DPRD Sumatera Barat Supardi nyaris terkena lemparan batu saat menemui pendemo.

Hal tersebut tejadi ketika Ketua DPRD naik ke mobil komando mahasiswa sebagai upaya menerima aspirasi yang ingin disampaikan mahasiswa.

Namun demikian, mahasiswa itu justru tidak terima dengan jawaban yang diberikan. Saat itu juga, upaya provokasi dari peserta aksi mulai muncul. Aksi pelemparan dilakukan ke arahnya. Mengetahui hal itu, ia langsung turun dari mobil dan dikawal oleh aparat kepolisian.

10. Cirebon

Di Cirebon, demo penolakan UU Omnibus Law UU Cipta Kerja juga berujung kericuhan dengan aksi lempar batu oleh massa.

Gabungan massa dari beberapa organisasi mahasiswa Cipayung plus Cirebon seperti HMI, GMNI, PMII, KAMMI, dan HIMA Persis, awalnya melakukan demo dengan tertib.

Namun tiba-tiba, ada kelompok lain yang ikut bergabung dalam aksi penolakan itu.

Kelompok ini tidak memiliki izin untuk melakukan aksi unjuk rasa mendapat tindakan dari petugas.

Namun kelompok massa ini tetap bertahan hingga akhirnya kelompok massa tersebut terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

11. Jakarta

Di Ibu Kota, aksi kericuhan terkait demo penolakan UU Omnibus Law UU Cipta Kerja terjadi di dekat Istana Negara di Jakarta.

Aparat kepolisian tampak melepaskan tembakan gas air mata ke arah para pendemo di Simpang Harmoni, beberapa ratus meter dari Istana Negara.

Hal tersebut dilakukan karena para pendemo melempar batu ke arah aparat. (*)

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribun Video

Video Populer