Kanal

HOT TOPIC: Wacana Hapus Pajak Kendaraan, Harga Mobil Jadi Setengahnya!

TRIBUN-VIDEO.COM - Demi mendorong pertumbuhan sektor otomotif dalam penjualan mobil baru yang menurun pada masa pandemi, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita tengah mencari cara agar bisa menstimulus pasar.

Salah satu cara yang bakal dilakukan dengan memberikan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen, atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB).

"Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk merelaksasi pajak mobil baru nol persen sampai bulan Desember 2020," ucap Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang.

Rencana ini sudah disampaikan kepada Kementerian Keuangan, dan saat ini sudah dalam pembahasan.

Meskipun rencana tersebut memang masih sebatas wacana, namun jika aturan relaksasi pajak mobil baru nol persen ini terwujud, maka harga mobil baru dipastikan menjadi lebih terjangkau.

Apalagi jika Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bisa dihilangkan.

Jika relaksasi pajak nol persen untuk mobil baru ini benar akan diterapkan, otomatis harganya akan jauh lebih murah hingga lebih kurang 50 persen dibandingkan sebelumnya.

Dengan harga yang lebih murah tersebut diyakini akan mampu menggeliatkan pasar otomotif di Indonesia layaknya sejumlah negara yang sudah menerapkannya.

Jika terealisasi, pajak nol persen ini akan berlaku untuk semua tipe mobil baru mulai dari MPV, LCGC, sedan, city car, hingga SUV.

Dilansir dari website resmi agen tunggal pemegang merek ( ATPM) dan agen pemegang merek ( APM) berikut taksiran harga mobil jika pajak nol persen direalisasikan.

Di segmen hatchback yang saat ini rata-rata dihargai sekitar Rp240 jutaan hingga Rp300 jutaan, bisa menjadi Rp144 jutaan sampai Rp180 jutaan.

Untuk para pencinta mobil SUV medium, seperti Fortuner, Pajero dan CR-V yang saat ini rata-rata dihargai sekitar Rp460 jutaan hingga Rp600 jutaan, bisa menjadi Rp230 jutaan sampai Rp290 jutaan.

Sedangkan di segmen Low MPV yang saat ini rata-rata dihargai antara Rp200 jutaan hingga Rp270 jutaan, bisa menjadi Rp120 jutaan sampai Rp160 jutaan.

Di segmen LCGC, seperti Cayla hingga Sigra yang saat ini dihargai sekitar Rp100 jutaan hingga Rp150 jutaan, bisa menjadi Rp60 jutaan sampai Rp90 jutaan.

Kesempatan ini tentunya menjadi peluang bagi para penggemar kendaran roda empat untuk membeli mobil baru.

Dengan adanya kebijakan pajak nol persen tersebut diharapkan dapat menumbuhkan pertumbuhan otomotif di Indonesia.

Sayangnya langkah pajak nol persen ini juga menuai kontra dari beberapa pihak.

Tak sedikit yang menilai penghapusan pajak mobil baru tersebut kurang efektif di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Pasalnya ditakutnya akan terjadi pergeseran preverensi masyarakat atas kebutuhan tersier di tengah pandemi seperti ini.

Selain itu, uang yang diterima dari pemerintah dari pajak ini terlampau besar.

Jika harus memberikan stimulus hingga menjadi 0%, maka potensi pemerintah meraup pundi-pundi uang dari industri otomotif akan sirna.

Di sisi lain harga yang menggiurkan ini bisa saja mendorong orang untuk membeli mobil baru.

Bebas pajak untuk mobil baru bisa secara signifikan menambah jumlah kendaraan di jalan raya, yang pada akhirnya memperparah kemacetan dan polusi.

Lantas setujukah Anda dengan wacana pembebasan pajak mobil baru ini? (*)

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Rizky Cahya Nugraha
Sumber: Tribun Video

Siswi SMP Ngaku Diperkosa 10 Pria di Buleleng, Bergilir Setiap Hari di Bengkel hingga Semak-semak

Video Populer