Kanal

Pandemi Covid-19, Provinsi Banten Masih Jadi Zona Merah Peredaran Narkotika

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUN-VIDEO.COM, TANGERANG - Provinsi Banten ternyata masih menjadi jalur idola para pengedar narkotika di Indonesia.

Bahkan, di tengah pandemi Covid-19 ini Banten masih menjadi zona merah peredaran narkoba karena masih banyak percobaan penyelundupan narkoba.

Kepala BNNP Banten, Brigjen Pol Tantan Sulistiana sendiri yang mengakui fakta pahit tersebut.

Satu diantara buktinya, terakhir BNNP berhasil mencegah peredaran 298 kilogram ganja asal Aceh yang melintas melalui Banten.

"Ini membuktikan bahwa provinsi Banten masih rentan sebagai jalur tidak hanya wilayah edar tapi lintasan tempat transit dan juga produksi," kata Tantan usai menghadiri Apel dan Deklari Gerakan Bersama Anti Narkotika di Lapas Kelas I Tangerang, Jumat (3/7/2020).

Pasalnya, para pelaku memanfaatkan jalur lintasan yang jarang tersentuh oleh pengawasan Polisi dan BNN.

Seperti jalur logistik dan medis untuk penanganan Covid-19, dan juga jalur ekspedisi yang diselundupkan narkotika.

"Tapi saat ini sudah diawasi ketat, kita tingkatkan meski pandemi Covid-19. Jadi tidak lagi ada percobaan penyelundupan itu," tegas Tantan.

Bukan hanya soal usaha penyelundupan yang menjadikan Banten zona rawan narkotika, melainkan juga penggunaannya.

Terbukti, sejak 2017 hingga 2019, Polri dan BNN bisa melakukan tiga sampai empat kali penggerebekan narkorba di Banten.

Menurut Tantan, para pelaku peredaran narkotika di Banten pun tidak lagi mengedarkan barang haram tersebut di tempat hiburan.

Melainkan di apartemen, indekos, vila, bahkan rumah pribadi.

"Kemudian penggunanya bukan hanya usia dewasa, melainkan usia remaja juga sekarang ada," jelas Tantan.

Untuk terus memerangi pengedaran narkotika, BNNP telah bersinergi terus dengan kepolisian, Kemenkum HAM serta stake holder terkait.

Terlebih menanggulangi peredaran di dalam Lapas, ataupun pengendali transaksi narkotika dari dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Sebagai informasi, 74 persen lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia susah disesaki oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS), Reynhard Silitonga mengatakan, saat ini pihaknya dipermasalahkan oleh persoalan over populasi WBP.

"Jumlah tersebut didominasi oleh kasus penyalahgunaan narkoba," kata dia.

Tentu saja, lanjut dia, kasus tersebut perlu menjadi perhatian khusus petugas Lapas, Rutan, juga TNI dan Polri.

Ia mengajak Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian untuk bersama-sama mengungkap jaringan narkotika yang ada di dalam Lapas maupun Rutan.

"Kepada Polri dan BNN saya meminta untuk bersama-sama dan terus bekerjasama dengan kami Pemasyarakatan dalam mengungkap jaringan yang ada di dalam Lapas maupun Rutan," ujar Reynhard.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Pandemi Covid-19, Provinsi Banten Masih Jadi Zona Merah Peredaran Narkotika

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: TribunJakarta

Detik-detik Penyelamatan Gadis yang Diculik di Pamekasan, Sempat Kirim Lokasi Lewat WhatsApp

Video Populer