Terkini Daerah

Sindikat Pencurian Mobil Dibekuk Polres Tegal, TKP Tersebar di Berbagai Wilayah

Sabtu, 8 Desember 2018 20:58 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUN-VIDEO.COM, SLAWI - Jaringan sindikat pencurian mobil lintas daerah, bahkan negara ditangkap jajaran Tim Resmob Satreskrim Polres Tegal.

Sindikat itu biasa beraksi di Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, dan Pekalongan hingga hasil curiannya dilempar sampai Timor Leste.

Adapun para tersangka terdiri dari Makhrus (37), warga Desa Tegalwulung Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Karno alias Cucu (35), warga Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, dan Achmad Farichi (36), warga Desa Tembok Banjaran Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal.

‎"Sindikat pencurian dengan pemberatan ini spesialis mobil pick-up atau model Grand Max. Sasarannya adalah mobil jenis Grand Max," kata Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto kepada Tribunjateng.com di Mapolres Tegal, Sabtu (8/12/2018).

Untuk wilayah Kabupaten Tegal saja, ‎Dwi mengungkapkan, para tersangka sudah beraksi di 12 tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, mereka juga menjalankan kejahatannya di Kabupaten Brebes, dan Pemalang.

Khusus untuk wilayah Pekalongan, kata Dwi, suku cadang dan onderdil hasil dari curian mobil akan dilepas guna dijual terpisah.

"Total ada 17 TKP. Di Kabupaten Tegal 12 TKP, Brebes tiga TKP, Pemalang dua TKP. Sebagiannya dilempar ke Pekalongan untuk dikanibalkan (suku cadang dan onderdil dilepas) untuk dijual secara terpisah," terang dia.

Modus operandi para tersangka dalam beraksi yakni dengan ‎menggunakan kunci leter T untuk membuka kunci mobil dan bor untuk merusak rumah kunci kontak.

Selanjutnya, mobil dinyalakan dengan menggunakan obeng.

"Masing-masing tersangka memiliki peran. Ada yang eksekutor, ada yang bertugas membawa untuk dijual ke penadah," ‎ujar Dwi.

Dwi ‎melanjutkan, mobil hasil curian kemudian akan dijual ke penadah yang ada di Kabupaten Blora dengan harga Rp22 juta.

Penadah bernama Munari (40), warga Desa Pilang Kecamatan Randublatung, Blora, yang juga sudah ditangkap itu sebelumnya sudah memesan mobil Grand Max dengan tahun pembuatan 2017 dan 2018.

Kemudian, oleh tersangka penadah, mobil kemudian dibawa ke Atambua, NTT melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk dijual lagi ke penadah lainnya berinisial E yang masih buron.

"Dari NTT itu, mobil dijual lagi ke Timor Leste karena di sana harga bisa lebih mahal. Jadi, ini tidak hanya lintas daerah tapi negara," beber Dwi.

Dwi menambahkan, untuk mengembangkan kasus tersebut, termasuk mengejar buronan berinisial E, pihaknya berkoordinasi dengan Polda Jatim dan NTT.

Sebab menurut dia, ‎ada indikasi mobil hasil curian para tersangka diterbitkan dokumen-dokumen baru untuk dijual di Timor Leste.

Adapun barang bukti yang disita dari para tersangka pencurian di antaranya tiga buah kunci leter T, satu buah bor tanpa kabel (cordless) be‎serta mata bor, obeng, satu unit mobil Toyota Vios yang digunakan untuk mencari sasaran.

Sedangkan dari tersangka penadah disita satu unit sepeda motor yang dibeli dari hasil menjual mobil curian.

"Tersangka pencurian dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sementara, untuk penadah kita kenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara," pungkas Dwi. (*)

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Baru Sebulan Menikah, Wanita di Palembang Dianiaya Sang Suami saat Telepon Ibunya

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #pencurian mobil   #Polres Tegal   #Tegal
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved