Terkini Daerah

Air Sungai Banjir Kanal Timur Meluap dan Rendam Sawahbesar Semarang

Sabtu, 8 Desember 2018 20:57 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUN-VIDEO.COM, SEMARANG - Air sungai Banjir Kanal Timur (BKT) meluap, Sabtu (8/12/2018).

Sungai tersebut meluap sekitar pukul 07.30 WIB dan mulai memasuki perkampungan warga di area Jalan Sawah Besar hingga memasuki rumah warga di Karang Kimpul, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. 

"Rumah saya terendam air sekitar selutut. Biasanya di area ini memang banjir, sudah tidak tahun terakhir," tutur warga Karang Kimpul, Slamet Riyadi kepada Tribunjateng.com.

Lurah Kaligawe, Usman Budi Raharjo mengungkapkan untuk mencegah luapan air dari sungah Banjir Kanal Timur akan dilakukan penutupan celah pada sisi sungai banjir kanal timur."Ya ini ada bambu sama besi untuk membendung supaya airnya tidak meruah ke pemukiman warga," jelasnya.

"Ini juga banyak sampah ya, harus segera dikeruk," ungkap Usman.

Hingga pukul 10.15 WIB tampak air sungai masih memasuki pemukiman warga di Sawahbesar.

Tampak beberapa warga melihat evakuasi pengerukan sampah.

Mayoritas warga Karang Kimpul mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.

Ribuan warga beberapa kelurahan di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, masih terendam banjir hingga Jumat (7/12/2018).

Terserang Sejumlah Penyakit

Sebelumnya diberitakan setelah beberapa hari terdampak banjir, warga mulai terserang sejumlah penyakit.

Di antaranya Sulasih, warga RW 1 Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk.

Ia mengeluhkan penyakit kulit di antaranya gatal-gatal dan kutu air setelah terendam banjir sejak Minggu (2/12/2018) lalu.

"Ini mulai gatal-gatal dan kutu air. Baru hari ini dapat pengobatan gratis dari Puskesmas," katanya kepada Tribun Jateng.

Ia mengungkapkan, banjir seperti saat ini sudah terjadi setiap tahunnya. Hanya saja, biasanya tidak bertahan lama. Dalam hitungan hari pun banjir sudah hilang. Hanya saja, banjir kali ini seolah tidak bisa hilang.

"Ini sudah lima hari ketinggian air masih di atas lutut. Terparah pada Selasa (4/12/2018) kemarin setelah hujan deras pada Senin (3/12/2018) sore," ujarnya.

Selain penyakit kulit, warga terdampak banjir di Genuk juga mulai terserang diare, diantaranya Jumiyem. Ia mengeluhkan diare sejak Kamis (6/12/2018) kemarin.

"Setiap hari harus hidup di genangan banjir apalagi airnya kotor. Ya beginilah jadinya," katanya.

Lurah Trimulyo, Diah Winarni mengakui banyak warga yang mulai terserang penyakit akibat banjir.

Dari pengobatan gratis yang dilakukan, rata-rata warga mengeluhkan penyakit kulit yaitu gatal-gatal, kutu air dan diare.

Atas kondisi tersebut, ia pun bergerak cepat dengan meminta bantuan Pemerintah Kecamatan Genuk untuk melakukan pengobatan gratis kepada warga terdampak.

"Ini pengobatan pertama sejak banjir merendam pada Minggu (2/12/2018)."

"Rata-rata sakit yang dikeluhkan gatal-gatal dan diare," ucap dia.

Diah mengungkapkan, seluruh wilayah Trimulyo terendam banjir.

Dengan begitu 702 warga dari 375 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 4 RW di Trimulyo, seluruhnya terendam banjir.

Kondisi paling parah terjadi di RW 1 yang berada paling timur dengan ketinggian banjir antara 40-60 cm.

Sementara di RW lainnya, relatif lebih rendah. Di RW 2 Trimulyo, ketinggian banjir sekitar 50 cm, di RW 3 dan RW 4 sekitar 30-40 cm.

"RW 3 dan 4 itu yang pertama kali terendam banjir."

"Hanya saja daerahnya lebih tinggi dibanding RW 1 dan 2 sehingga ketinggian banjir lebih rendah."

"Yang paling tinggi itu di RW 1 karena masih di atas lutut banjirnya," ungkapnya.

Selain kebutuhan obat-obatan bagi warga yang mengeluhkan sakit akibat banjir, lanjutnya, kebutuhan logistik sembako saat ini juga belum mencukupi.

Pihaknya terpaksa membuka dapur umum di sekitar Kantor Kelurahan yang juga terendam banjir, untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Stok pangan warga sudah menipis. Jika tidak kami bagikan makanan dari dapur umum, bisa jadi akan kesulitan makannya," paparnya.

Hanya saja, ia mengeluhkan minimnya bantuan yang diterima.

Sampai saat ini bantuan yang diberikan masih berasal dari Kantor Kecamatan Genuk yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Ketahanan Pangan.

"Kami berharap ada bantuan lagi yang bisa kami bagikan ke warga."

"Saat ini bantuan masih minim sehingga cukup untuk dimasak di dapur umum saja," terangnya. (*)

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Baru Sebulan Menikah, Wanita di Palembang Dianiaya Sang Suami saat Telepon Ibunya

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved