Suara Politik

Sebut Gaya Kampanye Prabowo Mirip Donald Trump, Pakar Psikologi Politik Beri Saran

Sabtu, 8 Desember 2018 11:25 WIB
BBC Indonesia

TRIBUN-VIDEO.COM - Hamdi Muluk seorang pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia menyebut ada kemiripan gaya kampanye Prabowo Subianto dengan Donald Trump.

Dilansir Tribun Video dari BBC Indonesia, ia menilai Prabowo 'selalu mencitrakan dirinya sebagai seorang nasionalistik'.

"Kemiripan dua orang ini memang sama. Pengamatan banyak orang, sepanjang ini polanya sama. Tapi ada beberapa hal yang menetap di Prabowo, terlepas dari fenomena Trump, retorika tentang nasionalistiknya sama. Prabowo selalu mencitrakan dirinya sangat nasionalistik," jelas Hamdi Muluk kepada BBC News Indonesia.

Prabowo juga membuat slogan hampir serupa dengan Trump, yakni Make Indonesia Great Again (membuat Indonesia hebat lagi - red).

Hamdi mengatakan bahwa jargon tersebut tidak pas untuk Indonesia, lantaran Indonesia belum pernah mencapat posisi 'hebat'.

Hamdi menyebut bahwa jika ingin membandingkan dengan era Soeharto hal tersebut tidaklah realistis.

"Logikanya nggak nyambung. Memang kapan Indonesia great? Kecuali seperti Cina yang sekarang menguasai perekonomian dunia. Indonesia sekarang itu, justru kondisi 20 tahun lalu Cina," papar Hamdi.

Sikap sama juga ditunjukkan dengan menyebut media melakukan kebohongan dalam pidatonya di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 5 Desember 2018 lalu.

Merujuk pada Trump, ia berkali-kali menuding media menyebarkan berita miring tentang dirinya.

Bahkan terminologi berita palsu atau fake news dipopulerkannya.

Prabowo bahkan secara terang-terangan menuding bahwa jurnalis tidak independen dan tidak berada di jalur yang benar dalam meliput berita Pilpres.

Dirinya juga kecewa saat reuni 212 tidak ada jurnalis yang melaporkan bahwa ada belasan juta orang berkumpul di Monas.

"Saya katakan, hai media-media yang kemarin tidak mau mengatakan ada belasan juta orang atau minimal berapa juta orang di situ, kau sudah tidak berhak menyandang predikat jurnalis lagi," ujar Prabowo di Hari Disabilitas.

Tapi menurut Hamdi Muluk, pernyataan kontroversi semacam itu tak terlalu diminati publik dan takkan berhasil meningkatkan popularitasnya.

Ia menyarankan Prabowo, agar menghadirkan program-program yang dibutuhkan masyarakat seperti bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan atau menaikkan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu Habiburokhman selaku Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra menampik bahwa Prabowo telah meniru gaya Trump yang berupaya mendelegitimasi media sehingga publik akan memercayai media sosial yang penuh hoaks.

"Kita nggak tahu Donald Trump. AS dan Indonesia jauh berbeda. Tidak mungkin meniru ke sana," tampik Habiburokhman.

Simak videonya di atas! (Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)

Artikel Ini Telah Tayang di BBC Indonesia berjudul Anggota Dewan Pers: 'Keliru besar kalau Prabowo sebut media memanipulasi demokrasi'

ARTIKEL POPULER:

Baca: Perbedaan Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi Versi Neymar

Baca: Bandingkan Pemerintahan Jokowi dan SBY, Natalius Pigai: Jokowi Baru Bangun Satu Ruas Jalan di Papua

Baca: Video Kepanikan Penumpang Batik Air ID 7054 karena Mesin Pesawat Mati, Sempat Tak Boleh Turun

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Yulita Futty Hapsari
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: BBC Indonesia
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved