Teknologi

Wasis, SMK N 2 Bawang, Manfaatkan Gelombang Radio Ciptakan Pendeteksi Longsor di Banjarnegara

Jumat, 7 Desember 2018 21:42 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUN-VIDEO.COM, BANJARNEGARA - Bencana alam tanah longsor acapkali datang mendadak sehingga susah diantisipasi oleh masyarakat.

Bencana itu bukan hanya berpotensi merusak bangunan atau tempat tinggal, namun juga mengancam keselamatan nyawa manusia.

Sebenarnya, longsor bisa dideteksi lebih awal melalui berbagai petanda alam yang menyertainya. Semisal, munculnya retakan tanah, atau pohon yang telah miring atau bergeser dari tempatnya.

Tetapi untuk mengetahuinya, masyarakat harus menyempatkan waktu pergi ke lokasi terdampak dan mengamati detail gejalanya. Sementara kesadaran maupun pengetahuan masyarakat tentang hal tersebut masih kurang.

Keberadaan teknologi atau sistem peringatan dini (Early Warning System) masih dianggap efektif karena dapat langsung mengirim pesan ke masyarakat ketika bencana datang.

Masyarakat yang menerima pesan itu dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal, semisal mengevakuasi diri ke tempat yang aman, atau menyelamatkan barang-barang di rumah yang terancam.

Sayangnya, dari ratusan desa rawan longsor di Banjarnegara, hanya segelintir desa di antaranya yang terpasang EWS bantuan pemerintah. Mahalnya harga alat itu jadi alasan sedikitnya daerah rawan yang terpasang sistem peringatan dini tersebut.

Kondisi inilah yang memantik guru fisika SMK N 2 Bawang Wasis Sucipto untuk berpikir keras mengatasi kendala tersebut. Ia berhasil membuat prototipe alat EWS yang lebih sederhana dan murah dengan memanfaatkan pemancar radio.

Bunyi sirine di ruang laboratorium fisika SMK N 2 Bawang Banjarnegara tedengar mengagetkan. Bukan karena suaranya yang nyaring, tetapi petanda ada pergeseran tanah. Tanah yang mulanya retak kecil telah bergeser atau longsor.

Untung ada sensor atau detektor yang dipasang di dekat lokasi longsor. Sakelar yang tersambung dengan sensor itu pun langsung menyala dan menghidupkan pemancar FM.

Melalui sebuah antena yang terpasang, gelombang tersebut mengirimkan sinyal ke semua lokasi searah daya pancar antena. Sirine pun berbunyi keras sebagai peringatan bahaya longsor.

Ini hanyalah simulasi tentang alat kerja alat EWS ini yang dipraktikkan para siswa SMK N 2 Bawang. Tetapi Wasis yakin, alat ini efektif diaplikasikan di daerah rawan longsor sebagai peringatan dini pergerakan tanah.

"Dari pemancar FM itu nanti diterima pesawat radio FM,"katanya

Sinyal pergerakan tanah ini pun dapat dipantau melalui hanphone atau radio yang memiliki fasilitas FM.

Jika malas atau tak sempat mengakakses radio, masyarakat bisa memasang komponen ini yang juga berisi sirine di balai RT/RW atau tempat strategis untuk mengirim pesan ke masyarakat.

Sirine itu akan berbunyi saat terjadi pergerakan tanah yang membuat alat itu otomatis bekerja. Masyarakat yang menangkap sinyal bahaya dari sirine itu dengan demikian bisa cepat mengambil keputusan dalam menyikapi bahaya bencana.

Rangkaian alat ini cukup sederhana. Perangkatnya pun mudah ditemukan di toko-toko elektronik dengan harga terjangkau. Perawatannya juga mudah. Tak perlu teknisi khusus untuk memperbaiki alat ini jika sewaktu-waktu mengalami kerusakan.

"Tukang service radio pun bisa perbaiki alat ini,"katanya

Wasis mengaku pernah diundang BPBD Banjarnegara untuk mempresentasikan alat ini. Ia pun berharap alat ini dapat diproduksi masal dan diaplikasikan di desa-desa rawan. Terlebih alat ini bisa diproduksi dengan biaya terjangkau. 
Dengan adanya sistem peringatan dini, risiko bencana diharapkan dapat dikurangi.

Wasis ternyata juga pernah didatangi pihak swasta yang ingin memproduksi alat tersebut dalam jumlah banyak. Informasi yang dia terima, alat tersebut sudah diproduksi dan dijual.

"Informasinya sudah digunakan di Banjarnegara,"katanya. (*)

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Baru Sebulan Menikah, Wanita di Palembang Dianiaya Sang Suami saat Telepon Ibunya

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #Gelombang   #longsor   #Banjarnegara
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved