Terkini Daerah

Ani Selewengkan Pupuk Bersubsidi, Seharusnya Dijual ke Brebes, Biar Untung Banyak Dijual ke Kendal

Jumat, 7 Desember 2018 21:40 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUN-VIDEO.COM, SLAWI - Selewengkan pupuk bersubsidi, seorang ibu rumah tangga Asal Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dibekuk Resmob Satreskrim Polres Tegal.

Ibu rumah tangga bernama Ani Yuli Yanah (38) itu ditangkap karena melakukan penyimpangan penjualan pupuk bersubsidi yang semestinya harus didistribusi ke Kabupaten Brebes.

Dia diketahui menjual pupuk-pupuk bersubsidi itu ke daerah Kabupaten Kendal dengan menaikan harga.

Penangkapan ibu rumah tangga yang memiliki toko pertanian di Desa Kalialang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes itu setelah adanya penyelidikan dari pihak Polres.

"Penangkapan tersangka dilakukan Selasa, 4 Desember 2018 lalu karena penyalahgunaan distribusi pupuk bersubsidi," ungkap Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto di Mapolres Tegal, Jumat (7/12/2018).

Dwi membeberkan, pelaku merupakan pengecer pupuk bersubsidi.

Pupuk yang diterima pelaku dari distributor seharusnya disalurkan ke petani di wilayah penyalurannya yang meliputi Desa Kalialang, Kalipucang, dan Tembelang, Kecamatan Jatibarang.

"Namun oleh tersangka justru dijual ke wilayah Kendal. karena ada keuntungan lebih jika dijual ke sana.‎ Dijualnya dengan harga Rp120 ribu per sak atau melebihi HET sebesar Rp115 ribu per sak," papar Dwi.

Selain menangkap pelaku, polisi juga bergerak melakukan penggerebekan di gudang penyimpanan di Desa Lemahduwur, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.‎

Di gudang itu, pihak polisi mendapati 400 sak pupuk Ponska yang baru dipindahkan dari toko milik pelaku dan hendak dikirim ke Kendal menggunakan sebuah truk tronton.

Dari pemeriksaan terhadap sopir dan kernet truk tronton di lokasi, ‎diketahui 400 sak pupuk dengan tiap saknya seberat 50 kg itu tidak dilengkapi dengan dokumen.

Pupuk dan tronton itu pun langsung diamankan sebagai barang bukti.

‎Berdasarkan pengakuan pelaku, kata Dwi, perbuatannya baru dilakukan sekali.

"Tapi penyidik masih terus melakukan pengembangan, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak lain. Kita sangat atensi pada kasus ini karena terkait kebutuhan petani. Potensi kerugian dalam kasus ini sekitar Rp400 juta," tandas Dwi.

Akibat tindakannya itu, pelaku akan dijerat dengan pasal 30 ayat (2) Permendagri Nomor 15 Tahun 2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian Jo pasal 2 Perpres Nomor 15 Tahun 2011 tentang perubahan atas perpres nomor 77 tahun 2005 tentang penetapan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan jo pasal 4 dan 8 Perpu Nomor 8 Tahun 1962 tentang perdagangan barang-barang dalam pengawasan jo pasal 6 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 7 Tahun 1955.

"Pelaku terancam hukuman penjara selama dua tahun. Dia tidak ditahan karena alasan subyektif dan obyektif penyidik, serta kemanusian karena tersangka memiliki anak yang masih kecil," ungkap Dwi. (*)

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Baru Sebulan Menikah, Wanita di Palembang Dianiaya Sang Suami saat Telepon Ibunya

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #penyelewengan   #Pupuk subsidi   #Brebes   #Kendal
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved