Terkini Nasional

8 Fakta Kasus Ujaran Kebencian Habib Bahar Bin Smith, Kata yang Diperkarakan hingga Status Tersangka

Jumat, 7 Desember 2018 21:32 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Habib Bahar Bin Smith ditetapkan statusnya sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dalam video ceramahnya.

Dilansir dari Tribunnews, Jumat (30/11/2018), Habib Bahar diproses oleh pihak kepolisian karena menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) banci pada ceramahnya yang viral di media sosial hari Rabu (28/11/2018).

Habib Bahar kemudian dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid dan juga oleh Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezerke ke Polda Metro Jaya.

Habib Bahar diduga telah melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 A ayat 2 UU RI nomor19 tahun 2018 Tentang Perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 Tentang ITE dan Pasal 4 huruf b angka 2 Jo Pasal 16 UU RI nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun penjara.

Berikut sejumlah fakta mengenai kasus Habib Bahar Bin Smith.

1. Kalimat yang Diperkarakan

Dilansir dari program Apa Kabar Indonesia Malam yang disiarkan langsung di tvOne, Kamis (6/12/2018), Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer menuturkan ucapan Habib Bahar yang diperkarakan oleh pihaknya.

"Misalnya soal buka celananya Jokowi, dia itu haid. Jokowi itu laki-laki. Dan apa korelasi isi ceramahnya dengan haid?," paparnya.

"Kedua itu dia sampaikan Jokowi itu banci. Jokowi punya istri, punya anak," tambahnya.

Ia menilai apa yang diungkap Habib Bahar tidaklah pantas.

"Dia keturunan Nabi, dia habib, nggak pantas loh menyampaikan perkataan seperti itu yang disampaikan di depan umum," tegas Immanuel.

2. Habib Bahar tak ingin minta maaf

Dilansir dari Tribunnews.com, pada Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional (Monas), Minggu, (2/12/2018), dalam kesempatannya berbicara diatas panggung, Habib Bahar memberikan pembelaan terkait isi ceramahnya yang dilaporkan ke polisi.

"Saya sampaikan kenapa saya berkata seperti itu, karena kita lihat dalam peristiwa 4 November 2016 para ulama dan habib diberondong gas air mata, tapi Presiden malah kabur," ucapnya.

Habib Bahar bin Smith mengaku siap untuk menghadapi proses hukum dan enggan meminta maaf.

"Kalian yang melaporkan saya, jika hal itu akhirnya dianggap kesalahan, maka saya tidak akan minta maaf, lebih baik saya busuk di dalam penjara," ujar Habib Bahar.

3. Ormas kawal Habib Bahar ke Bareskrim Polri

Dilansir dari Tribunnews, sejumlah massa mengawal Habib Bahar ke Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, sejak pukul 10.00 WIB, Kamis (6/12/2018).

Mereka mengenakan pakaian serba putih dan berorasi dari atas mobil komando.

"Ini gabungan dari sejumlah elemen masyarakat dan ormas islam, majelis taklim, jawara betawi, dan laskar FPI," ujar Panglima Laskar FPI, Maman Suryadi.

4. 50 kuasa hukum dampingi Habib Bahar

Anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Novel Bamukmin mengklaim ada sekitar 50 kuasa hukum yang mendampingi Habib Bahar, dalam proses pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat.

"Ada dari ACTA, FPI, TPF, Korlabi," ujarnya di Bareskrim Polri.

Bahkan Novel Bamukmin menuturkan angka itu hanya sementara dan akan bertambah.

5. Penetapan tersangka

Dilansir dari Tribunnews, Kamis (7/12/2018), setelah 11 jam pemeriksaan, Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian.

Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Syahar Diantono membenarkan penetapan status Habib Bahar sebagai tersangka.

"Benar, bahwa hasil gelar perkara penyidik, Bahar bin Smith telah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Syahar melalui pesan singkat.

Namun, Syahar menyebutkan bahwa tidak dilakukan penahanan terhadap Habib Bahar.

"Alasan tidak ditahan malam ini sebab penyidik menilai Bahar tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatan dan tidak menghilangkan barang bukti," lanjutnya.

Dalam pemeriksaan 11 jam tersebut, Habib Bahar dicecar 29 pertanyaan oleh tim penyidik.

6. Tindakan kuasa hukum

Kuasa hukum Habib Bahar, Aziz Yanuar menuturkan akan mengajukan upaya hukum gugatan praperadilan terkait penetapan kliennya sebagai tersangka.

"Itu nanti ke depan kami diskusikan," ujarnya.

7. Tanggapan tokoh

Mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi memberikan tanggapan soal isi ceramah Habib Bahar bin Smith.

TGB berpendapat, isi ceramah atau nasihat yang disampaikan, dalam konteks keadaban islam harusnya memiliki tutur bahasa menyejukkan, dan bukan sebaliknya.

8. MUI imbau penceramah ikuti pedoman

Dilansi dari Apa Kabar Indonesia Malam tvOne yang diunggah di YouTube, Kamis (29/11/2018), Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis memberikan imbauan pada penceramah untuk mengikuti pedoman yang telah dikeluarkan oleh MUI.

"Dilihat dari kacamata keislaman kita tidak mungkin mengajak orang dakwah itu dengan kekerasan dengan dimaki, dengan direndahkan," kata Cholil Nafis.

"Oleh karena itu, kalau kita mau melakukan kritik itu bukan kritik individu, tapi kebijakannya dan orientasinya solusi," bebernya. (TribunWow.com/Roifah Dzatu Azmah)

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Baru Sebulan Menikah, Wanita di Palembang Dianiaya Sang Suami saat Telepon Ibunya

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved