Terkini Daerah

Jabarkan Sebab Adanya Pelanggaran HAM di Papua, Aktivis: Orang Papua Sekarang Tak Merasa Nyaman

Jumat, 7 Desember 2018 20:26 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Aktivis HAM Papua, Yones Douw mengatakan secara umum pelanggaran HAM di Papua selama ini bukanlah permasalahan ideologi.

Hal tersebut disampaikanya saat menghadiri diskusi bertajuk 'Empat Tahun Kasus Paniai Berdarah, Janji Jokowi, Kondisi HAM, dan Keamanan Terkini di Papua' di Amnesty International, Jakarta Pusat.

Yones yang merupakan orang Paniai menjelaskan pelanggaran HAM di Papua disebabkan sektor-sektor yang umum.

"Itu tanah adat, gara-gara tanah adat itu ditembak, palang jalan itu juga ditembak, minta sesuatu juga ditembak," ujarnya, Jumat (7/12/2018).

Yones juga menegaskan bahwa adanya gerakan separatisme seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak menjadi permasalahan tunggal.

"Jadi orang Papua sekarang ini tidak merasa nyaman," imbuhnya.

Lebih khusus, Yones juga menyoroti soal penembakan di Paniai empat tahun silam, di mana kasus tersebut belum terselesaikan hingga saat ini.

"Budaya kami orang Paniai kematian itu baik empat atau sepuluh tahun lalu tetap saja hari ini," kata Yones.

Bahkan, ditegaskan Yones, jika pun pembunuhan itu dilakukan puluhan tahun lalu, masyarakat Paniai tetap masih akan mengingatnya.

"Apalagi ini anak-anak yang tidak berdosa, tak buat kesalahan sama orang lain," ujarnya.

Kini, keluarga korban kasus penembakan Paniai tetap menunggu dan menuntut kepastian Presiden Jokowi untuk mengusut tuntas penyelidikan kasus ini.

"Dan juga kami pihak gereja tetap akan mem-backup keluarga korban. Kami, keluarga korban, pihak gereja dan aktivis HAM akan sama-sama menuntut pemerintah untuk kasus ini," pungkasnya.

Menurut sumber yang diterima dari Amnesty International, kasus penembakan Paniai ini berawal mula atas protes warga terhadap penganiayaan anak oleh oknum militer menggunakan popor senjata api laras panjang.

Warga yang protes atas kasus tersebut pada Senin pagi (8/12/2014) di Lapangan Karel Gobai, membuat sejumlah personel polisi dan tentara menindak tegas dan melepaskan tembakan ke kerumunan.

Ada 4 korban meninggal, yakni Apius Gobay (16), Alpius Youw (18), Simon Degei (17), dan Yulianis Yeimo (17).

Adapun Komnas HAM bersama dengan TNI-Polri telah membantuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini.

Presiden Joko Widodo, pada perayaan natal di Papua empat tahun silam, juga berkomitmen untuk mengusut para pelaku sesegera mungkin.

"Saya ingin kasus ini diselesaikan secepat-cepatnya agar tidak terulang kembali di masa yang akan datang. Kita ingin sekali lagi tanah Papua sebagai tanah yang damai," kata Presiden Jokowi.(*)

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Antarkan Pesanan Sabu ke Hotel, DW Ditangkap BNNK Batang

Pria Tepergok Akan Bobol Rumah, saat Diinterograsi Polisi Tersenyum dan Menyeringai ke Pemilik Rumah

Deddy Corbuzier: Jika Anda Membenci Sesuatu, Proteslah Kinerjanya Bukan Orangnya

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Reza Deni
Video Production: Teta Dian Wijayanto
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved