Terkini Daerah

Perguruan Katak Beracun Tawuran di Pondok Aren, Bacok Satu Orang hingga Tewas

Jumat, 7 Desember 2018 20:13 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUN-VIDEO.COM, SERPONG - Sekelompok ABG yang menamakan diri Perguruan Katak Beracun, saling ejek dengan kelompok ABG dari Tangerang di medsos, hingga pecah tawuran di Pondok Aren, dan mengakibatkan satu orang tewas, pada Minggu (2/12/2018) lalu.

Kejadian tersebut terjadi pada minggu subuh, sekira pukul 05.00 WIB, tepatnya di Jalan Bintaro Sektor III, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

Para anggota Katak beracun itu tawuran menggunakan senjata tajam berupa celurit beraneka rupa.

Alhasil AS (24) asal Larangan, Tangerang tewas karena luka bacok senjata tajam itu.

Sedangkan AIM (21), SDMP (15) dan SR (24), luka parah, akibat bacokan celurit juga.

Aparat Polres Tangsel dan Polsek Pondok Aren berhasil mengamankan sembilan orang tersangka tawuran tersebut.

Mereka adalah MSBI (16), RD (21), S (13), BKA (17), WTP (15), SN (17), MY (15), Ahmad Fauzi (18) dan Deni Malik (18).

Masih ada dua pelaku lainnya yang masum daftar pencarian orang (DPO), B dan T.

Ahmad Fauzi dan Deni Malik, disebut sebagai pelaku pembacokan.

"Yang lakukan pembacokan ini yang sudah besar-besar ini," ujar Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, yang didampingi Kapolsek Pondok Aren, Kompol Yudho Huntoro dan Kasat Reskrim AKP Alexander Yurikho, saat gelar rilis pengungkapan tersangka tawuran tersebut di area Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang, Serpong, Tangsel, Jumat (7/12/2018).

Ahmad Fauzi yang diberi kesempatan bicara mengatakan nama kelompok mereka. "Perguruan Katak Beracun," ujar Ahmad yang mengenakan pakaian oranye.

Sementara Ferdy mengatakan belum menelusuri lebih jauh yerkitkelompok tersebut.

"Kita masih telusuri apakah itu kelompok besar, atau memang kelompok yang sudah lama," ujar Ferdy.

Seperti laiknya rampasan perang, anak-anak Pergurian Katak Beracun itu mencuri barang-barang milik lawan tawurannya, berupa motor, ponsel dan barang-barang lainnya.

"Barang-barang itu diambil seperti motor, HP dan sebagainya," ujar Ferdy.

Mereka disangkakan pasal 365 KUHPidana ayat 3, dan atau 170 ayat (2) ke-3 dan atau 338 KUHPidana dan atau 351 ayat (3)KUHPidana Jo pasal 80 ayat (3) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal penjara selama 15 tahun. (*)

ARTIKEL POPULER:

Baca: 6 Mitos yang Sering Dipercaya saat Mengisi Daya Ponsel, Wajib Perhatikan agar Tak Keliru

Baca: Tak Diberi Uang, Pria Aniaya Ayahnya yang Sudah Tak Bekerja, Pukul Kakaknya yang Hendak Menolong

Baca: Hadiri Peringatan 1 Abad WSI, Zulhas Ajak Kader WSI Jadi Pelopor Pemilu Damai

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Riesa Sativa Ilma
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved