Terkini Daerah

Difabel di Kudus Ini Buat Miniatur Berbahan Bambu Bekas

Kamis, 6 Desember 2018 18:17 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUN-VIDEO.COM, KUDUS - Tangan kanan Zaenudin begitu lihai memotong bambu hingga menjadi ukuran kecil nan tipis. Bambu yang sudah dipotong itu siap untuk disusun menjadi sebuah miniatur.

Lelaki bernama lengkap Muhammad Zaenudin merupakan difabel yang tinggal di Desa Tergo RT 4 RW 4, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Pria beranak satu ini, tangan kirinya telah tiada sejak Desember 2017. Namun keterbatasan akibat kecelakaan kerja yang menghilangkan bagian tubuhnya tak membuatnya surut untuk berkarya.

Kini karyanya mulai dikenal orang di sekitarnya. Miniatur rumah yang dibuatnya bernilai ekonomi. Hal itulah yang membuatnya tetap bisa mencari rezeki meski tangan kirinya terpaksa diamputasi.

"Setelah kecelakaan kerja yang membuat tangan kiri saya hilang, saya baru berpikir untuk berkarya. Membuat miniatur," kata Zaenudin saat ditemui di kediamannya, Rabu (5/12/2018).

Kali pertama dia membuat miniatur, berbahan baku stik es krim. Hasilnya rupanya laku dijual. Akhirnya dia kembali membuat miniatur demi dapur agar tetap mengepul. Namun dia mulai beralih ke bahan baku bambu. Mengingat dia tinggal di desa yang letaknya di lereng Gunung Muria, bisa dengan mudah ditemui bambu.

Bambu yang dia pilih merupakan bambu bekas. Bambu yang sudah tak beguna disulap sedemikian rupa sampai akhirnya jadi karya seni yang sarat nilai ekonomi.

Pertama-tama, bambu dipotong sampai berukuran kecil dan tipis. Untuk membuat miniatur, potongan bambu tersebut saling diakitkan dengan perekat berupa lem.

Untuk membuat satu miniatur rumah misalnya, dia butuh seminggu sampai dua minggu. Selain miniatur rumah, dia juga mampu membuat miniatur masjid, Menara Kudus, kapal, atau miniatur sepeda motor.

"Harganya dari Rp100 ribu sampai Rp500 ribu. Disesuaikan dengan ukuran dan tingkat kerumitan," katanya.

Untuk mempercantik hasil karyanya, Zaenudin melapisi miniatur buatannya dengan plitur. Hasilnya, miniatur buatannya memiliki warna yang lebih natural dan sedap dipandang.

Sejauh ini untuk memasarkan karyanya, dia hanya lewat jalur pertemanan. Kalau ada yang memesan, dia pun siap membuatkan.

"Saya jualnya ke teman. Kadang juga ada yang pesan, kemudian saya buatkan," katanya. (*)

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Baru Sebulan Menikah, Wanita di Palembang Dianiaya Sang Suami saat Telepon Ibunya

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved