Terkini Nasional

KPK Terbitkan Buku Berjudul "Panduan Pencegahan Korupsi untuk Dunia Usaha

Rabu, 5 Desember 2018 23:27 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Bertepatan dengan perayaan Hari Anti Korupsi Internasional 2018, KPK meluncurkan buku berjudul 'Panduan Pencegahan Korupsi untuk Dunia Usaha'.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengatakan, pentingnya buku tersebut diluncurkan karena dunia usaha kini banyak digunakan untuk menyembunyikan hasil korupsi.

"Rasanya tidak adil dong KPK sudah mulai menindak (korporasi) sedangkan tidak ada panduan untuk korporasi agar tidak terjerembab dalam hal yang dilarang undang-undang," ujar Laode dalam konferensi pers di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

Saat ini dikatakan Laode, sudah ada dua terpidana korupsi yang diduga menggunakan korporasi untuk menyembunyikan hasil korupsinya.

Keduanya ialah Nazaruddin dan Akil Mochtar.

"Contoh Nazaruddin itu dibuat 38 korporasi untuk menyembunyikan kasus korupsinya. Akil Mochtar dia juga banyak menyembunyikannya dalam bentuk perusahaan yang aneh," ungkapnya.

Serta KPK telah melakukan penindakan terhadap lima korporsi, dari lima perusahaan tersebut, satu di antaranya sudah memasuki tahap penuntutan.

Sehingga dengan diterbitkannya buku yang berwarna dasar putih di cover depannya itu bisa diimplementasikan oleh korporasi.

Dengan demikian, komitmen korporasi mencegah korupsi berlangsung secara konsisten.

"Harus dijalankan, komitmen pimpinannya harus ada, ikuti semua panduannya, itu yang akan kami push," ujar Laode.

Dari salinan buku yang didapat Tribunnews.com, buku tersebut menjelaskan beragam hal, seperti instrumen hukum yang berkaitan dengan korupsi, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pencegahan di perusahaan, pengaturan kontribusi dan donasi politik.

Tidak hanya itu buku yang dibuat bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) ini juga memuat mekanisme perusahaan melaporkan indikasi korupsi ke aparat penegak hukum.(*)

ARTIKEL POPULER:

Komnas HAM Nilai Kasus Pembunuhan 31 Pekerja di Papua Tak Bisa Dibawa ke Ranah Internasional

Sriwijaya FC Benarkan Kabar Adanya Upaya Penyuapan untuk Mengalah kepada Arema

Teman Beberkan Kronologi Remaja di Kebumen Tewas Tenggelam: Bukan Hendak Buktikan Cinta

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Yanuar Nurcholis Majid
Video Production: Purwariyantoro
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved