Terkini Nasional

KPK Sebut Masih Banyak Tambang Ilegal Dilindungi Aparat Bersenjata

Rabu, 5 Desember 2018 17:56 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif membeberkan bila masih banyak tambang ilegal yang dibekingi aparat bersenjata di Indonesia.

Menurut Laode hal itu dapat dilihat dari banyaknya tambang ilegal masih beroperasi walaupun tak memiliki izin dan membayar pajak.

"Kalau ada yang tidak clean and clear tapi masih bisa beroperasi itu pasti ada bekingnya. Orang tidak ada izinnya, enggak bayar pajak, masih bisa beropersi," kata Laode di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

Dari data yang dimiliki KPK, Laode mengatakan tambang-tambang yang dibekingi aparat banyak berada di pulau Kalimantan dan Sumatera.

Bahkan belakangan tambang ilegal itu juga muncul di Sulawesi, khususnya tambang nikel.

Selain itu, tambang ilegal dengan beking aparat juga ada di Pulau Halmahera, Maluku, dan Papua.

"Jadi ini harus memang, contohnya saja ya, itu gunung botak di Maluku, itu sudah ada presiden pun tak bisa selesai. Tapi sekarang alhamdulillah pak Kapolda yang sekarang, alhamdulillah sangat tegas," ujar Laode.

Saat ini dikatakan Laode, pemerintah telah menandatangani komitmen untuk menyelamatkan sumber daya alam, yakni Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam.

Nota itu telah ditandangani oleh presiden, Kepala Kepolisian RI dan Panglima TNI.

"Kenapa mereka butuh tanda tangani itu, karena disinyalir banyak yang terlibat di bidang itu," kata dia. (Tribunnews / Yanuar Nurcholis Majid).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Sebut Masih Banyak Tambang di Indonesia Dibekingi Aparat Bersenjata

ARTIKEL POPULER

Baca: Nekat Mandi di Kolam Bekas Tambang, Pria di Bangka Diterkam Buaya

Baca: Longsor di Areal Tambang Batu Bara, Lima Kepala Keluarga Terpaksa Mengungsi

Baca: Telan 2 Korban Jiwa, Begini Kondisi Tambang di Wollangi Bone

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Yanuar Nurcholis Majid
Video Production: Purwariyantoro
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved