Suara Politik

Politik Genderuwo Menurut Akbar Tanjung

Sabtu, 10 November 2018 20:29 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUN-VIDEO.COM - Senior Partai Golkar Akbar Tanjung menanggapi soal 'Politikus Genderuwo' yang dilontarkan oleh calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi.

Akbar Tanjung meyakini Politikus Genderuwo yang dimaksud adalah politik yang menebarkan rasa ketakukan kepada masyarakat. Menurut Akbar Tanjung, Jokowi melontarkan itu dengan semangat untuk memperbaiki dunia politik tanah air.

"Tapi artinya itu bahwa beliau tentu melihat perpolitikan kita ini masih ada yang harus kita perbaiki. Dalam rangka untuk memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan kita sebagai bangsa," ujar Akbar Tanjung di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

Akbar Tanjung mengatakan dalam kontestasi politik, tujuannya adalah untuk memperebutkan jabatan.

Baca: Akbar Tanjung Prediksi Elektabilitas Golkar Turun Akibat Kasus Setya Novanto

Karena berpolitik, ucap Akbar, hakikatnya bagaimana untuk mendapatkan posisi politik atau memperoleh kekuasaan dan itu dilakukan dengan berkompetisi. Namun, dalam berkompetisi ada nilai-nilai yang harus dijaga. Terutama yang berbasis pada nilai-nilai negara.

"Terutama pada nilai pancasila, nilai kekeluargaan, kebersamaan, solidaritas, itu salah satu hal yang harus kita jaga, jadi walaupun ada kompetisi tetap berbasis pada nilai yang menggambarkan niat ke-Indonesiaan kita," ucapnya.

Pernyataan Jokowi soal politikus genderuwo menjadi pergunjingan di publik. Disampaikan Jokowi saat melakukan kunjungan di Kabupaten Tegal, Jumat (9/11/2018). Politikus genderuwo adalah sindiran kepada politikus yang suka menyebar propaganda dan ketakutan kepada masyarakat di tahun politik ini.(Tribunnews.com / Dennis Destryawan)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Politik Genderuwo di Mata Akbar Tanjung

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Dennis Destryawan
Video Production: Teta Dian Wijayanto
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved