Suara Politik

Fadli Zon: Ingat Yusril Ihza Mahendra, Saya dan Pak Prabowo Ikut Membantu Lahirkan PBB

Sabtu, 10 November 2018 20:09 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon memperingatkan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra terkait pernyataannya.

Hal ini diungkapkan Fadli Zon melalui Twitter miliknya, @FadliZon, Sabtu(10/11/2018).

Fadli Zon mengingtakan Yusril Ihza, bahwa dirinya dan Prabowo Subianto turut membantu melahirkan PBB.

Ia menambahkan Farid Prawiranegara, putra Sjafroeddin Prawiranegara, yang mengajak Yusril Ihza bergabung ke PBB.

Dia meminta Yusril Ihza untuk tidak lupa terhadap sejarah.

"Sy ingatkan @Yusrilihza_Mhd , sy ikut lahirkan PBB n P @prabowo ikut mbantu partai ini bisa hadir pd waktu itu (1998).

Yg ikut mengajak Anda ke partai baru waktu itu adalah saya n alm. Farid Prawiranegara, putra Pak Sjafroeddin Prawiranegara.

Jgn lupa sejarah. Lalu kami keluar," tulis Fadli Zon.

Said Didu menanggapi cuitan yang dilontarkan oleh Fadli Zon tersebut.

Baca: Yusril Meminta KPU Merevisi Peraturan soal Pengurus Partai yang Menjadi Calon DPD

Ia mengatakan bahwa sang adik juga turut mendirikan PBB.

"Adik saya juga ikut melahirkan PBB," tulis Said Didu.

Diketahui Yusril Ihza memlontarkan kritikan kepada Prabowo Subianto setelah memutuskan menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau partai-partai hanya diajak koalisi mendukung paslon Prabowo-Sandi tanpa format yang jelas, sementara pada detik yang sama rakyat memilih presiden dan wapres serta memilih caleg pada semua tingkatan, maka pembagian 'peta dapil' menjadi sangat penting sebagaimana dapat dicontoh sebagai perbandingan dari Pemilu di Malaysia," ucap Yusril dilansir dari Tribun Jakarta.

Ia mengatakan bahwa tidak ada sinkronisasi di koalisi Prabowo saat Pilpres dan Pemilu 2019.

"Dalam 'koalisi' di sini, di satu pihak anggota koalisi disuruh all out kampanyekan Prabowo-Sandi, tetapi dalam pileg di suatu dapil sesama anggota koalisi saling bertempur untuk memperoleh kemenangan bagi partainya," katanya.

Dia mengatakan jika Prabowo-Sandi menang maka semua tidak masuk dalam ambang batas parlemen kecuali Partai Gerindra.

"Nanti yang akan terjadi adalah Prabowo-Sandi menang Pilpres, tetapi dalam Pileg yang sangat diuntungkan adalah Gerindra, yang kemungkinan akan menjadi partai nomor 1 atau nomor 2. Partai-partai anggota koalisi yang lain bisa babak belur. Ini saya saya katakan dalam Pileg di Dapil, PBB bisa 'digergaji' sama Gerindra," katanya.

Simak video di atas!(Tribun-Video.com/Aprilia Saraswati)

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Aprilia Saraswati
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved