Insiden Surabaya Membara

Panitia Komunitas Surabaya Membara Tanggapi soal Insiden Viaduk yang Tewaskan hingga 3 Orang

Sabtu, 10 November 2018 16:22 WIB
Tribun Jatim.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Drama Kolosal Surabaya Membara dalam memperingati Hari Pahlawan Nasional berujung petaka pada Jumat (9/11/2018) malam.

Hal ini lantaran saat drama berlangsung, beberapa penonton yang menyaksikan acara tersebut dari jembatan Viaduk Kereta Api jatuh dari ketinggian 7 meter setelah KA melintas di jalur tersebut.

Bahkan, ada satu penonton yang terlindas kereta api.

Dari kejadian tersebut, tiga orang meninggal dan 20 lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir dari Tribun Jatim, petunjukan drama kolosal tersebut selesai sekitar pukul 21.30 WIB.

Namun, evakuasi penonton yang terlindas kereta api di viaduk tersebut masih berlangsung.

Taufik Monyonk alias M Taufik Hidayat, Ketua Komunitas Surabaya Membara menjelaskan, kejadian kecelakaan penonton di atas viaduk tersebut di luar kendali pihaknya.

Taufik juga mengaku bahwa pihaknya sudah mengingatkan berulang kali para penonton yang berada di atas viaduk untuk turun.

Baca: Insiden Surabaya Membara Tewaskan 3 Orang, Wali Kota Surabaya Tri Rismahartini Buka Suara!

"Kami sudah mengimbau berulang kali, mereka hanya acungkan jempol. Di luar kendali kita karena lokasi yang kita siapkan di Jalan Pahlawan. Lepas rel di luar pengawasan kita, bahkan penonton sampai Pasar Turi," ujarnya pada Jumat (9/11/2018) malam seperti dilansir dari Tribun Jatim.

Menurutnya, selama tiga tahun terakhir, tidak ada kereta yang melintasi jalur tersebut selama acara berlangsung.

"Memang dua, tiga tahun lalu tidak ada kereta lewat, sampai selesai acara. Saya juga tidak tahu jadawal kereta lewat, kok tadi ada kereta lewat," tambahnya.

Dilansir dari Surya.co.id, Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko menyebut kejadian tersebut merupakan kelalaian panitia penyelenggara karena tidak melakukan koordinasi dengan PT KAI.

"Kelalaian panitia penyelenggara juga, karena tidak ada koordinasi dengan KAI, dan tidak ada imbauan atau larangan untuk tidak menonton di jembatan viaduk KAI. Jalur kereta api tersebut aktif setiap hari, dilewati KA penumpang dan barang," ujar Gatut, Jumat malam.

Gatut menegaskan, sangat berbahaya berada di jalur KA apalagi di jembatan atau viaduk karena kereta api tidak dapat mengerem mendadak.

Dijelaskan Gatut, saat itu KA sudah membunyikan semboyan 35 (suling lokomotif) dan sudah berupaya mengurangi kecepatan sampai 15 km per jam. Sementara kecepatan normal di jalur itu hanya 30 km per jam.

Simak video di atas. (Tribun-Video.com/Fatikha Rizky Asteria N)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Tanggapan Panitia Komunitas Surabaya Membara Soal Insiden Viaduk: Itu di Luar Pengawasan Kita

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Fatikha Rizky Asteria N
Video Production: Fatikha Rizky Asteria N
Sumber: Tribun Jatim.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved