Terkini Nasional

Strategi Bank Mandiri Hadapi Disrupsi Era Digital; Karyawan Boleh Main Game dan Sepedaan di Kantor

Kamis, 8 November 2018 23:48 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUN-VIDEO.COM - Sore itu, langit kawasan Semanggi, Jakarta tampak mendung. Aktivitas masih tampak sibuk di lantai III ruangan Corporate Secretary, Gedung Plaza Mandiri yang terletak di Jalan Gatot Subroto Kav 36-38 Jakarta.

Sekitar 20-an pegawai bank badan usaha milik negara (BUMN) ini bekerja di meja masing-masing. Ruang kerja luas sekitar 15 x 15 meter tanpa sekat vertikal. Tidak ada dinding-dinding pemisah satu ruangan dengan ruangan lainnya, sehingga setiap karyawan mudah berinteraksi.

Sebelah sisi selatan, tampak deretan meja dan 8 kursi. Mepet ke dinding, tampak empat bangku kaki setinggi kurang-lebih 75 cm dan meja setinggi kurang lebih 1 meter. Terlihat meja Foosball, permainan tangan memainkan pertandingan sepakbola.

Terdapat juga televisi ukuran layar kira-kira 48 inci. Dua pria masing-masing memegang stik memainkan permainan PlayStation sepakbola. Seorang pria mengayuh sepeda berkeliling lantai III itu.

Gedung Plaza Mandiri berada di luar kompleks pusat perniagaan Sudirman Central Busines District (SCBD) dan kompleks perumahan menteri Widya Chandra Senayan. Gedung berjarak kurang lebih 500 meter dari bundaran Semanggi.

Demikianlah perlakukan Bank Mandiri menghadirkan suasana dan nuansa kerja yang rileks, nyaman bagi karyawan pada era milenial, alias zaman now.

Pada era digitalisasi seperti sekarang ini, perubahan besar-besaran dialami banyak sektor karena dampak disrupsi kemajuan teknologi informasi, seperti sektor perbankan.

Disrupsi digital adalah perubahan secara besar-besaran menandai perubahan era dari yang sifatnya offline ke online, perubahan ini juga mulai menjadi tantangan bagi industri perbankan dengan adanya pemain baru di industri financial technology (fintech).

Baca: Polisi Tangkap Dua Pelaku Kasus Joki CPNS di Makassar

Seruan terkait digitalisasi perbankan juga dicanangkan oleh Presiden Jokowi, yang mengatakan di tahun 2019, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Vice President Consumer Loans Group Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, perbankan harus cepat berivonasi dan beradaptasi dalam menghadapi disrupsi di era terknologi informasi seperti sekarang.

“Harus cepat berinovasi, beradaptasi dengan keadaan sekarang, karena digtalisaisi itu cepat sekali,” ujar Rudi, saat wawancara dengan Tribunnews.com, di Plaza Bank Mandiri, Kamis (8/11/2018) sore.

Bank Mandiri, mempunyai anak perusahaan di bidang modal ventura, yakni Mandiri Capital untuk menjawab tantangan kehadiran teknologi finansial.

Selain itu, juga diperlukan strategi pemasaran, produk yang betul-betul disesuaikan dengan karakter yang menyesuaikan dengan generasi saat ini.

Misalnya, Bank Mandiri belum lama ini meluncurkan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang menyasar generasi milenial, maka menyampaikan medium iklan yang menyasar milenial, tidak lagi disampaikan melalui koran, tetapi media sosial Instagram, menggunakan jasa influencer, karena lekat dengan karakter anak muda masa kini: melek teknologi dan digital savvy (memahami teknologi informasi terutama terkait komputer).

“Dulu harus beriklan di koran-koran sekarang kita pasang di media sosial, Key Opinion Leader (KOL) atau influencer, tipikal milenial butuh endorsement dari yang lain,” ujar Rudi.

Rudi menambahkan, selain harus menciptakan produk yang menyesuaikan dengan perkembangan terkini, dari sisi sumber daya manusia (SDM) juga harus mulai meninggalkan kebiasaan lama.

“Orang-orangnya, harus mulai juga berpkir tidak tradisional lagi, cara-cara pemasaran, produk, harus mulai mengikuti, bank lain sudah digital banking, kita harusnya bukan lagi digital banking, tapi sudah jadi fintech companynya,” tukasnya.

Dominasi Generasi Milenial Rudi As Aturridha menambahkan, sebagai bank milik negara yang melihat perubahan lingkungan sekitar, Bank mandiri kini menghadairkan semangat anak muda, yakni Sprit of Millenial.

Baca: Diminta untuk Nasihati Rocky Gerung, Mahfud MD: Lihat Saja Nanti

Banyak program Bank Mandiri dipasarkan dengan membidik segmen generasi muda, misalnya menghadirkan kredit pemilikan rumah (KPR) Milenial, yang diluncurkan Oktober 2018 lalu.

Bank Mandiri meluncurkan produk KPR Milenial anak muda, diperuntukkan bagi nasabah berusia 21-35 tahun. Bunga kredit rendah yaitu sebesar 6,5 persen dengan tenor waktu cicilan hingga 30 tahun.

Selain melihat perubahan fenomena generasi milenial di masyarakat, Bank Mandiri kini didominasi pekerja dari generasi muda.

“BUMN pemegang karyawan terbesar, komposisi pegawai milenial Bank Mandiri sendiri 70-an persen, BUMN lainnya itu sama banyak milenialnya, sekitar 50-60 persen,” kata Rudi.

Ketika ditemui sore kemarin, Rudi mendampingi Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas. "Pegawai Bank Mandiri, saat ini didominasi generasi milenial. Komposisinya sekitar 78 pesen," ujar Rohan.

Rohan bahkan menyebut, suasana dan lingkungan kerja di kantor pusat Bank Mandiri yakni Plaza Mandiri di Jalan Gatot Subroto Jakarta didesain sedemikian rupa sehingga terkesan sangat berselera muda.

Bank Mandiri terus menyesuakain kebijakan perbankan, baik ke internal maupun ke luar kepada nasabah dan masyarakat luas dengan program-progam selera 'zaman now' .

Setelah membawa suasana kerja generasi milenial diterapkan dalam tiga tahun ke belakang, termasuk memberi fasilitas perawatan dan permainan untuk bayi anak karyawan/ti, kata Rohan, kenyamanan pegawai bekerja sangat menopang produktivitas.

Baca: Kisah Viral Driver Ojol Dapat Tiket Gratis Guns N Roses, Penumpangnya Membawa Keberuntungan

"Saya tidak usah cerita bagaimana dampak peneparan suasana milenial kantor terhadap produktivitas karyawan. Tapi hasilnya bisa kita lihat, peringkat Bank Mandiri sebagai perbankan nomor 11 di dunia," ujar Rohan.

Eben, karyawan Bank Mandiri, yang sore itu bermain gim PlayStation, berjarak kurang-lebih 3 meter dari meja temapt dua bos Bank Mandiri berbincang dengan wartawan, tetap asyik memainkan pertandingan tim sepakbola kesayangannya.

Ia mengaku bermain gim di layar televisi untuk penyegaran pikiran dan menghilangkan kepenatan. Bermain di hadapan bos, merupakan hal biasa bagai karyawan generasi milenial, biasanya usia 18-35 tahun.

"Setelah selesai jam kerja, biasa main gim. Ini untuk menghilangkan kepenatan, refreshing," ujar Eben.

Rohan dan Rudi kemudian mengajak Tribunnews.com ke lapangan terbuka di lantai atas, sebelah luar lantai III. Ruangan persegi berukuran kurang lebih 11 x 10 meter itu dinamai roof top. Lantai dilapisi rumput sitetis ala lapangan futsal.

Terdapat meja-meja seperti tempat nongkrong di warung jalanan. Juga terdapat satu bar. "Karyawan boleh bikin acara di sini, misalnya mau nongkrong atau merayakan ulang tahun. Tempat gratis, tapi kalau pesan minuman di bar, berbayar," ujar Rosan.

Saat wawancara sekitar pukul 17.30 WIB, suara sorak-sorai terdengar riuh. Ternyata hingga senja, dilangsungkan pertandingan basket antarkaryawan di lantai dasar, pekarangan Bank Mandiri.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk baru-baru ini, akhir Oktober 2018, masuk dalam 15 besar perusahaan dengan lingkungan kerja terbaik di dunia versi Forbes. Bank Mandiri berada pada peringkat 11 dari 2.000 perusahaan. Bank Mandiri adalah satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam posisi 15 besar.

Generasi milenial Bank Mandiri punya banyak potensi. Generasi ini merupakan generasi yang dikenal kreatif, borderless, tech savvy (memahami banyak hal tenteng teknologi terutam akomputer), dan tidak sungkan dalam berpendapat.(*)

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Syahrizal Sidik
Video Production: Teta Dian Wijayanto
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved