Terkini Nasional

Abdurrahman Baswedan Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Anies Baswedan Kenang Memori dengan Sang Kakek

Kamis, 8 November 2018 18:43 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Perjuangan para pahlawan akan kembali dikenang, salah satunya perjuangan yang digelorakan oleh Abdurrahman Baswedan atau yang lebih dikenal sebagai AR Baswedan.

Pria kelahiran 11 September 1908 di Ampel, Surabaya ini merupakan keturunan Arab yang tidak hanya menekuni bidang jurnalistik namun juga sastra dan politik.

Hari ini Kamis (8/11/2018) kepadanya akan disematkan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara.

AR Baswedan ternyata memiliki kenangan sendiri bagi sang cucu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tumbuh besar bersama sang kakek, Anies kecil ternyata sering diantar-jemput oleh kakeknya saat bersekolah.

"Jadi pulang TK (taman kanak-kanak) itu kakek biasanya jemput karena rumah dengan TK enggak jauh. Kemudian setiap hari saya mengantar ke kantor pos bersama beliau, karena beliau seorang wartawan," kenang Anies, saat di temui di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018).

Bekerja sebagai wartawan sejak muda hingga akhir hayatnya, ternyata AR Baswedan memiliki kebiasaan untuk selalu membawa kemara dan tape rocorder kemanapun Ia pergi.

Baca: Jadi Juru Ketik sampai Dapat Wariswan 5000 Buku, Kenang Anies terhadap Sang Kakek AR Baswedan

Tak ayal berkat hobinya itu sampai hari ini ratusan koleksi kaset rekaman dari semua orang yang menjadi narasambernya masih tersimpan rapih dikediamannya.

Sang kakek yang juga gemar berkirim surat itu, sejak Anies duduk di bangku SD sering memintanya untuk menjadi juru tulisnya.

"Saya jadi juru tulisnya. Jadi duduk di mesin ketik. Saya yang ketik, dia yang mendikte. Nah yang ditulis saya tidak ingat, karena selalu kalau abis mendikte di ujung surat itu selalu bilang 'surat ini saya diktekan dan diketik oleh cucu saya Anies'," ucap Anies seraya menirukan ucapan sang kakek kala itu.

Selalu diingat untuk selalu membaca diwaktu senggang oleh sang kakek, kini Anies menyimpan sekitar 5000 buku warisan milik AR Baswedan.

"Jadi belajar terus baca terus tidak pernah berhenti sampai akhir hayatnya pun masih seperti itu dan menulis terus lalu berdialog dengan siapa saja. Ketemu dengan siapa saja pemikiran boleh berbeda tapi persahabatan jalan terus, dan cerita-cerita dialog lintas itu sering diceritakan," kenang Anies.

Dikisahkan AR Baswedan pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir, Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), Anggota Parlemen, dan Anggota Dewan Konstituante.

AR Baswedan adalah salah satu diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia dari Mesir.

Dia mempelajari banyak hal secara mandiri, terutama kemampuan menulisnya.

Simak video di atas. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Reporter: Yanuar Nurcholis Majid
Videografer: Yanuar Nurcholis Majid
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved