Terkini Nasional

Terkait 'Tampang Boyolali', Peneliti LIPI: Tahun Politik Bercandalah yang Mendidik, Dianggap Serius

Senin, 5 November 2018 22:28 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indria Samego meminta pasangan calon presiden dan wakil presiden mengambil pembelajaran berharga di balik kasus pidato Prabowo Subianto terkait "Tampang Boyolali."

Apalagi, kini telah memasuki tahun politik yang sangat riuh menanggapi sesuatu hal, termasuk ucapan sensitif seperti "Tampang Boyolali."

Meskipun konteks dari "Tampang Boyolali" itu bermaksud bercanda, menurut Indria Samego, sepatutnya dihindari di tahun politik. Karena akan menjadi bumerang.

"Tahun politik, apa yang sebelumnya biasa (candaan) sekarang dianggap serius. Makanya bercandalah yang mendidik, jangan nyerempet-nyerempet SARA," Indria Samego kepada Tribunnews.com, Senin (5/11/2018).

Sehingga, Indria Samego menilai wajar, kalau kini isu "Tampang Boyolali" dari Pidato Prabowo itu menjadi ramai dibahas dan dipolitisasi.

Untuk itu Indria Samego mendorong baik Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno lebih mengedepankan kampanye positif bagi pembangunan.

Baca: Pidato Tampang Boyolali Prabowo Tuai Polemik, Fahri Hamzah: Maksudnya Baik, Tapi Rumus Politik Lain

Selain juga berkampanye adu gagasan dan ide bagi pembangunan negeri ini ke depannya. Sehingga masyarakat teredukasi dan bisa mempelajari program-program yang dijual para calon pemimpin bangsa lima tahun kedepan.

"Yang paling bagus adalah materi kampanye yang berdampak positif terhadap pembangunan," jelas Indria Samego.

Sementara itu Sekjen Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno mengatakan, pernyataan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, tentang "Tampang Boyolali" telah dipolitisasi.

Eddy mengaku khawatir segala ucapan Prabowo akan selalu ditanggapi secara politis.

"Saya prihatin segala sesuatu yang diucapkan itu rawan untuk dipolitisir. Coba kita ber-khuznudzon, berprasangka baik atas setiap kata dan tutur yang diucapkan," ujar Eddy di GOR Soemantri, Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Eddy menegaskan Prabowo tidak bermaksud mendiskriminasi warga Boyolali. Prabowo juga tidak bermaksud mengejek atau merendahkan mereka. Namun, pernyataan itu menjadi polemik karena ada pihak yang memolitisasi. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Srihandriatmo Malau
Video Production: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved