Terkini Nasional

Istilah 'Tampang Boyolali', Jubir BPN: Prabowo Kritik Ketimpangan Sosial

Senin, 5 November 2018 09:33 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Pidato calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan dan peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018) bebuntut panjang.

Rekaman video pidato yang disampaikan saat kunjung viral karena pada bagian isi pidato, Prabowo menyebutkan kata-kata "tampang Boyolali."

Juru Bicara Badan Pemenangan (BPN) Pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhendra Ratu Prawiranegara buka suara terkait istilah "tampang Boyolali" yang dilontarkan oleh Prabowo.

Dilansir dari Kompas.com, Suhendra menyebut istilah yang dilontar oleh Prabowo pada saat berpidato di Boyolali tersebut merupakan pengungkapan makna tersembunyi ketimpangan atas modernitas dan sosial.

"Pak Prabowo berpidato di hadapan masyarakat dan pendukungnya itu mengungkapkan makna tersembunyi ketimpangan atas modernitas dan sosial masyarakat," ujar Suhendra melalui keterangan tertulisnya, Minggu (4/11/2018).

Lebih lanjut, Suhendra menyebut bahwa istilah "tampang Boyolali" tidak dapat diartikan sebagai bentuk hinaan kepada suatu kelompok tertentu.

Baca: Ribuan Warga Boyolali Unjuk Rasa Tanggapi Pidato Tampang Boyolali Prabowo

"Tentu Pak Prabowo tidak bermaksud untuk mengecilkan orang-orang Boyolali," ujar Suhendra.

Suhendra mengatakan, apa yang disampaikan Prabowo di Boyolali, merupakan gaya bahasa atau retorika.

Diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto pada Selasa (30/10/2018), melakukan pertemuan dengan tim pemenangan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dalam agenda itu, Prabowo membahasa tentang akses kesejahteraan yang jadi agenda besar timnya.

Pada saat itu, Prabowo menyampaikan pidato yang dirasa menyinggung warga Boyolali.

Kemudian Prabowo dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Dakun yang mengaku berasal dari Boyolali, Jawa Tengah pada Jumat (2/11/2018).

Kuasa hukum Dakun, yaitu Muannas Alaidid mengatakan, kliennya melaporkan Prabowo karena ucapan 'tampang Boyolali' dalam pidato Prabowo di Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu.

Potongan kalimat dalam pidato Prabowo yang dipermasalahkan Dakun.

"Saya asli dari Boyolali, kami merasa tersinggung dengan ucapan Pak Prabowo, bahwa masyarakat Boyolali itu kalau masuk mal atau masuk hotel itu diusir karena tampangnya itu tampang Boyolali," kata Dakun.(Tribun-Video.com/RAM)

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Ramadhan Aji Prakoso
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved