Terkini Nasional

Gitaris Indonesia Peduli Negeri Berhasil Kumpulkan Dana Rp3 Miliar untuk Palu

Minggu, 14 Oktober 2018 07:41 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Setidaknya ada 55 gitaris Indonesia bersama dengan Kompas Gramedia, berhasil kumpulkan donasi untuk Palu, Donggala, dan Lombok hingga lebih dari Rp3,6 Miliar.

Donasi yang dikumpulkan tersebut, digelar dalam sebuah acara yang bertajuk 'Gitaris Indonesia Peduli Negara: Musik dan Syair Solidaritas', yang digelar di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018) malam.

"Jumlah total donasi yang dikumpulkan pada acara malam ini, mencapai Rp3.669.884.244," kata Steny Agustaf dan Olga Lydia sebagai pembawa acara.

Total donasi tersebut tercatat sekitar pukul 00.00 WIB, Jumat (12/10/2018).

Saat pembacaan total donasi, Steny Agustaf dan Olga Lidya didampingi para gitaris Indonesia, seperti Ridho Slank, Ian Antono, Eross 'Sheila On 7', Dewa Budjana, Coki 'NTRL', dan Armand Maulana.

Selain pengumpulan donasi, acara tersebut dimeriahkan oleh 65 gitaris Indonesia dan lima penyair yang membacakan puisi untuk korban gempa dan tsunami Palu, Donggala, dan Lombok.

Baca: SBY Dapat Anugerah Doktor Honoris Causa ke-14 dari Universitas Kuala Lumpur, AHY: So Proud

Dengan jumlah 65 gitaris, mereka semua membuat sebuah grup untuk tampil diatas panggung, diantaranya Six Strings, Session Guitarist, Milenial Formasi, Rock-3, ZAD, Blues Formasi, Rock-1, Ebiet G Ade, Akustik Formasi, Jazz Formasi, Jopie Item and Friends, Rock-2, Ian Antono feat Armand Maulana.

Serta ada pembacaan puisi dari Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, Inayah Wahid, Saras Dewi, Maryam Supraba.

Pengumpulan dana untuk Lombok, Palu, dan Donggala dikumpulkan lewat donasi langsung dari pengunjung, transfer uang, dan penjualan tempe hingga lelang gitar yang ditandatangani oleh gitaris Indonesia.

Perwakilan kumpulan gitaris tersebut, Dewa Budjana mengaku, event tersebut merupakan yang ke tiga kalinya.

Para gitaris-gitaris dari grup musik ternama biasanya tergerak hatinya untuk bikin konser amal, khususnya bila terjadi bencana.

"Sebetulnya ini udah yang ke tiga kali. Dari 2010 kita ketemu terus 2014 waktu Manado sama Bengkulu dan kami memang selalu berkumpul, obrolannya kan bukan cuma gitar, efek, dan lain-lain. Ketika ada bencana, pasti semua akan berhenti ngomongin itu dan buat apa nih? Dan kami hubungi Kompas dan terkumpulah sekitar 55 semuanya ini," kata Dewa Budjana.(*)

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Lendy Ramadhan
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved