Kabar Tokoh

Sebut Ratna Sarumpaet Terindikasi Idap Hipomania, Hubertus: Psikater Tak Bisa Bedakan Kata-katanya

Sabtu, 13 Oktober 2018 17:15 WIB
Tribunnews Bogor

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang psikiater bernama Hubertus Kasan Hidajat mengungkapkan bahwa Ratna Sarumpaet mengalami gangguan kejiwaan dan mengidap hipomania.

Hal tersebut disampaikan Hubertus dalam acara "Indonesia Lawyers Club" (ILC) TV One, yang diunggah di Youtube pada Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, Ratna Sarumpaet diindikasi mengalami kelainan jiwa yang disebut hipomania.

Lalu Hubertus menjelaskan bahwa seorang yang terkena hipomania biasanya sangat semangat, aktif, dan banyak ide.

Orang tersebut juga tak mengenal lelah, tetapi pada batas tertentu akan menunjukkan suatu kelainan yang disebut bipolar.

Baca: Ratna Sarumpaet Sedang Diet, Makanan Dikirim dari Keluarga ke Rutan

Dilansir dari Wikipedia, bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa mania dan depresi.

Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan, yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti.

Hubertus menjelaskan bahwa seorang penderita hipomania memiliki sisi positif, yakni bisa menjadi orang kaya raya dan sukses.

"Tapi kalau sudah sampai menyerang orang lain, usahanya belum selesai ditinggal, itu jadi bumerang dan itulah yang kita sebut bipolar," jelas Hubertus.

"Itu mempunyai gejala tempelan yang kita sebut dengan psikopatik, gejala khasnya itu asal ngomong atau bohong, kemudian gejala yang satunya lagi yaitu paranoid atau curiga," katanya.

Paranoid atau ketakutan yang dialami oleh Ratna kemudian dikaitkan dengan kebohongan yang disusun.

Baca: Polisi Tambah 4 CCTV untuk Pantau Siapa Saja yang Jenguk Ratna Sarumpaet

"Ketika hasil operasi kurang bagus, ia panik, maka ia dengan berani mengatakan hal yang seperti sungguh terjadi," katanya.

Untuk itu, Hubertus menganggap wajar apabila Ratna kemudian mengakui kebohongannya lantaran penderita hipomania memiliki mood yang naik-turun.

"Pada waktu dia semangat dia hantam terus, besoknya dia bisa down depresi, dia takut, dia ngaku semua. Jadi yang terjadi pada RS itu masalah kondisinya seperti itu, bukan niat dia, tapi reaksi kepanikan, jadi perlu bantuan psikiater," tegasnya.

Hubertus kemudian menyampaikan bahwa Prabowo dan Amien Rais tidak bisa dikatakan tertipu oleh kebohongan Ratna sebab psikiater juga tidak bisa membedakan kata-kata penderita hipomania -- apakah yang dikatakannya itu benar atau bohong.

Namun yang disayangkan oleh Hubertus yakni reaksi Prabowo dan Amien Rais, yang terkesan tergesa-gesa tanpa menyelidiki kebenarannya terlebih dahulu.

Reaksi itulah yang menurutnya kemudian menjadi akibat besar hingga kasus tersebut menjadi besar.

Simak videonya di atas!(Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul "Kata Psikiater di ILC : Pak Fahri Hamzah Ini Hatinya Baik, Tapi Mulutnya Celaka".

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Reporter: Yulita Futty Hapsari
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribunnews Bogor
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved