Terkini Daerah

Lantaran Air Masuk ke Masjid, Kepala Dinas Kena Marah, Edy Rahmayadi: Wajar Enggak Anda Saya Tegur?

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:03 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memanggil dan memarahi Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Sumut, Lukmatul Hakim.

Hal ini dilakukan Edy lantaran karena adanya genangan air yang asuk ke dalam masjid sehingga dirinya dan wakil Gubernur Musa Rajeckshah tidak bisa menunaikan salat pada Selasa (9/10/2018).

Dilansir Tribun Video dari Tribun Medan, Awalnya Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah akan menunaikan Salat Ashar di Masjid Agung, namun lorong jalan yang menghubungkan Kantor Gubernur dengan Masjid Agung digenangi air melebihi mata kaki.

Saat memasuki pekarangan masjid, tinggi air semakin bertambah hingga sepaha orang dewasa.

Akibatnya Edy dan Musa tidak dapat melewati genangan air tersebut, mereka yang saat itu menggenakan sandal jepit langsung melipat celana hingga sepaha dan berkeliling untuk memantau kondisi genangan air.

Saat itu Kepala Dinas SDA Lukmanul Hakim yang baru saja menunaikan salat di Masjid Agung langsung dipanggil oleh Edy.

Lukmanul terlihat tergesa-gesa dengan kondisi celana yang terlipat hingga betis menghampiri Edy.

Kemudian Edy langsung menegur Lukmanul lantaran genangan air tersebut.

"Ini sudah menyengsarakan rakyat. Wajar enggak Anda saya tegur?" kata Edy.

Baca: Minta Bantuan Menpora, Edy Rahmayadi: Tugas PSSI Hanya Bina Atlet, Tak Sampai Suporter

Edy kemudian meminta tanggapan wartawan atas tindakannya menegur Lukmanul Hakim.

"Bapak wartawan? Pantas enggak saya bertanya kepada Anda, kalau Bapak ini (Lukmanul Hakim) saya tegur," ujar Edy yang membuat Lukmanul Hakim tertunduk.

Terkait banjir yang akhir-akhir ini menggenangi Kota Medan, Edy berkata akan mencarikan solusi.

"Oh, ya! Kita masih mencari solusinya, banjir itu karena apa? Dan terus solusinya bagaimana? Kita cari tahu dulu bagaimana," ujar Edy.

Dari pantauan, genangan air yang berada di sebelah kiri Gedung Kantor Gubernur mengalir deras menuju basement.

Terkait banjir yang melanda Kota Medan akibat hujan yang melanda dua hari berturut-turut, Anggota DPRD Kota Medan Wong Chun Sen buka suara.

Dirinya mengatakan bahwa perbaikan drainase yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dinilai tidak ada manfaatnya dan terkesan hanya pemborosan.

Hal ini terbukti karena saat Kota Medan dilanda hujan dua hari berturut-turut, drainase tidak dapat menampung debit air hujan, sehingga air tetap meluap dan menyebabkan banjir.

"Kita melihat, pengerjaan drainase hanya sebatas proyek saja. Yang mana manfaatnya tidak berpengaruh banyak di tempat itu. Malah tetap saja terjadi banjir. Harus ada solusi. Ketika drainase telah diperbaiki, dapat menampung air dan tidak terjadi lagi banjir," ujarnya, Rabu (10/10/2018).

Dia menduga, pembangunan drainase tidak memakai perencanaan yang matang dan hanya mengganti drainase lama dengan yang baru.

Simak videonya di atas! (Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Banjir Kota Medan, Edy Rahmayadi Mengaku Masih Cari Penyebab dan Solusi

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Yulita Futty Hapsari
Video Production: Teta Dian Wijayanto
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

Video TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help