Terkini Daerah

Sopir Angkot Berdemo hingga Sweeping BRT, Kapolrestro Tangerang Kota Geram

Jumat, 12 Oktober 2018 22:51 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUN-VIDEO.COM, CIBODAS - Sopir angkot R11 dan 02 kembali mendemo masih beroperasinya Bus Rapid Transport (BRT) Kota Tangerang di kawasan Perumnas membuat Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan geram.

Sebab, para sopir angkot tersebut menghentikan beberapa BRT Koridor 2 yang sendang melintas di Perumnas, Kota Tangerang hingga menurunkan beberapa penumpang BRT di tengah jalan.

Sontak, hal tersebut membuat geram dan membuat Harry harus turun tangan langsung ke Kecamatan Cibodas tempat massa berkerumun untuk mendinginkan suasana.

"Saya tidak mau itu kejadian lagi sekarang seperti saat ribut dengan ojol karena ditengah orang yang ingin menuntut sesuap perut dan nasi untuk keluarga dirumah tidak sedikti yang memprovokasi bapak," ujar Harry dalam nada tinggi di Tangerang, Jumat (12/10/2018).

"Kalau merusak, memprovokasi sampai memukul nanti ada laporan pengaduan ke kam nanti saya harus berhadapan sama bapak-bapak sekalian," sambung dia

Ia pun meminta kepada semua sopir angkot untuk tidak terprovokasi melakukan tindakan anarkis.

"Kami sudah koordinasi dengan Pemkot mudah-mudahan cepat ada solusi. Saya hanya mengimbau kepada rekan-rekan angkot yang melaksanakan aksi unjuk rasa jangan sampai terprovokasi di lapangan," katanya.

Kapolres menambahkan, pihaknya juga mengaku siap untuk mengawal permasalahan tersebut demi kenyamanan masyarakat Kota Tangerang.

Baca: Remaja Bangkalan Sebar Video Mesumnya Bersama Mantan Pacar di Facebook Gunakan Akun Cewek

Sebab, bagaimana pun juga semua pasti ada jalan keluar dan pemerintahan kota Tangerang pasti akan membuat jalan tengahnya.

"Ini kami sampaikan dulu yang pertama dari angkutan umum ada unjuk rasa kita kawal, dampingin. Dari pihak trans (Pemkot) itu sampai saat ini juga melaksanakan kegiatan operasional seperti biasa. Kita memonitor saja, kalau memang ada bantuan pengawalan dari kami akan kita lakukan," ucap Harry.

Sebelumnya, Dishub Kota Tangerang dituntut pengusaha dan sopir angkot yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Jasa Transportasi Kota Tangerang untuk menghapuskan rute BRT Tangerang koridor 2.

Sebab pendemo menilai diberlakukannya BRT loridor 2 membuat pendapatan pengusaha dan pengemudi angkot yang mengais rejeki di rute Perumnas menurun drastis.

Sementara, Abas selaku ketua Paguyuban Pengemudi Jasa Transportasi Kota Tangerang menepis telah memerintahkan anak buahnya untuk melakukan sweeping BRT yang terjadi siang tadi.

"Saya tidak pernah memerintahkan anak-anak saya dibawah untuk melakukan penghadangan, tapi memang itu kan oknumnya silahkan bertindak kalau mau bertindak tapi kalau memacu kesepakatan kemarin kan harusnya tidak beroperasi lewat Perumnas," kata Abas.

Simak videonya di atas. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Riesa Sativa Ilma
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

Video TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help