Terkini Daerah

Bayi Pengidap Hidrosefalus di Kabupaten Tegal Ini Butuh Bantuan Pemerintah

Jumat, 12 Oktober 2018 21:09 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUN-VIDEO.COM, SLAWI - Bayi bernama Kiana Nawaliyah kini sedang membutuhkan uluran tangan para dermawan, khususnya bantuan dari Pemerintah.

Kondisi bayi ini pun sempat viral dan ramai dibicarakan di sejumlah grup facebook publik warga Tegal Raya.

Ya, bayi yang baru berumur 23 hari itu mengidap penyakit Hidrosefalus kongenital sejak sebelum dilahirkan sehingga kepala tampak lebih besar ketimbang badannya.

Bayi asal Desa Dermasandi, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah itu sudah mengidap Hidrosefalus sejak dalam kandungan.

Hal itu diakui sang ibu, Nur Aliya (30) saat ditemui Tribunjateng.com di kediamannya RT 9 RW 2, Jumat (12/10/2018) sore.

Nur mengaku bahwa anaknya sudah mulai terjangkit virus Hidrosefalus saat dalam umur tujuh bulan kandungan.

Sejak bayi dalam kandungannya teridentifikasi, Nur pun mendapat rujukan dari dokter kandungan untuk segera melahirkan bayi di perutnya.

"Ya harus cepat katanya. Akhirnya, melahirkan dengan cara sesar saat mulai memasuki umur 8 bulan kandungan," kata Nur sembari menggendong Kiana yang terus merengek.

Saat lahir, kata sang Ibunda, Kiana sudah memiliki benjolan cukup besar di kepalanya.

Kiana yang lahir pada 21 September 2018 itu memiliki bobot badan 3,350 Kilogram dengan tinggi 48 centimeter

Kini, penyakit hidrosefalus yang bersemayam pada kepala Kiana sudah berdiameter hingga 54.5 centimeter.

Kiana dilahirkan di RSUD Soesilo, Slawi, Kabupaten Tegal karena harus mendapatkan sesar.

Baca: Hendak Bantu Korban Banjir di Lintau Buo, Mobil Milik BNBP Masuk Jurang Sedalam 15 Meter

"Semenjak lahir, anak saya memang sering nangis merengek gitu setiap harinya. Sejauh ini biaya persalinan lahir hingga perawatan Kiana ditanggung BPJS," tambahnya.

Lalu, Ayah Kiana, Suparno (43) mengatakan bahwa anak ke tiganya itu sudah mendapatkan bantuan dari pihak-pihak lain, baik dari kerabat maupun pihak yayasan.

Meski demikian, Suparno mengaku sampai sejauh ini belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

"Ya kalau dari pemerintah belum. Saya cuman berharap bisa segera dioperasi dan pengurusan prosedurnya tidak bertele-tele. Sebab, saya sudah kesana-kemari buat mengurus operasi anak saya. Bulak-balik terus," tutur Suparno pelan.

Suparno pun mengaku baru mendapatkan surat rujukan operasi baru tadi pagi, Jumat (12/10/2018) dari RS Muhammadiyah Singkil, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Rencannya, Suparno bersama sang istri akan membawa anaknya besok hari, Sabtu (13/10/2018) pagi-pagi ke RSUD Kardinah, Kota Tegal agar menghindari antrean.

"Tidak bisa di RSUD Soesilo, Slawi karena tidak ada dokter bedah. Yang ada dokter bedah hanya di RSUD Kardinah. Saya sangat berharap agar anak saya segera dioperasi cepat-cepat," lanjutnya.

Berdasarkan laporan para dokter, Suparno menjelaskan bahwa anaknya terdiagnosa penyakit Hidrosefalus karena terkontaminasi makanan.

Padahal selama istrinya mengandung, dia memberi asupan yang cukup layak seperti sayuran, buah-buahan, dan daging.

"Katanya dokter, anak saya terkontaminasi virus yang berasal dari makanan-makanan mentah dan kurang bersih," tutur dia lagi.

Maka dari itu, Suparno dan keluarganya berharap agar anaknya segera dioperasi.

Sebab, kepala Kiana tiap hari kian berkembang dan membesar sehingga sangat berbahaya bagi otaknya.

"Ya, makin besar kepala Kiana. Kata dokter, penyakit itu dapat menekan posisi otak dan mengganggu pertumbuhan sang bayi. Maka dari itu, saya pingin segera dioperasi. Saya cuman berharap ke pemerintah agar pengurusan prosedur operasi bayi saya tidak berbelat-belit agar cepat," Suparno meminta. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

Video TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help