Terkini Daerah

Menilik Industri Manufaktur Logam di Kabupaten Tegal

Kamis, 11 Oktober 2018 11:02 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUN-VIDEO.COM, SLAWI - Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) memboyong 14 anak perusahaan grup untuk mengunjungi Kabupaten Tegal melihat hasil program pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM), Rabu (10/10/2018) ini.

Ketua Pengurus YDBA, Henry C. Widjaja menuturkan, kunjungan ini merupakan agenda untuk melihat hasil pembinaan terhadap para pelaku IKM Tegal yang telah berlangsung selama empat tahun.

Dia menyebutkan, ada 14 lokasi yang menjadi bidikan YDBA untuk mengembangkan IKM di setiap daerahnya menjadi sektor unggulan, termasuk satu di antaranya wilayah Kabupaten Tegal.

Henry mengatakan, kini ada sebanyak 20 IKM di Kabupaten Tegal masuk menjadi sektor sehingga secara manajerial dinilai sudah mulai mapan.

Di antara 20 IKM yang tergolong masuk sektor unggulan itu, Henry bersama jajaran pengurus YDBA lainnya mendatangi tiga pelaku usaha industri olah logam pembuatan manufaktur komponen onderdil kendaraan bermotor.

Satu di antaranya, PT FNF Metalindo Utama merupakan perusahaan swasta nasional yang menjadi pioner dalam program sektor unggulan melalui YDBA di wilayah Tegal.

"Empat tahun YDBA melakukan uji coba. Untuk wilayah Tegal sendiri berkembang cukup pesat. Bahkan, ada 20 lebih IKM yang sudah tergolong masuk sektor unggulan. Ini yang sudah kerjasama," kata Henry kepada Tribunjateng.com, Rabu (10/10/2018).

Lebih lanjut, dia juga menilai bahwa sebagian besar para pelaku IKM yang sudah masuk kategori sektor unggulan di Kabupaten Tegal adalah produk manufaktur komponen otomotif, baik roda dua maupun lebih.

Baca: Mengenal Kerajinan Batik di Kota Tegal

Dari sisi sentra IKM, kata Henry, wilayah Kabupaten Tegal bisa dinilai lebih maju daripada daerah-daerah lain yang menjadi target pengembangan YDBA.

"Kami sudah keliling ke Jawa Timur, ada Sidoarjo dan Pasuruan. Lalu Jawa Tengah, ada Kudus, Pati, hingga Yogyakarta. Dari semua wilayah itu, bisa dibilang Tegal lebih maju," ujar dia.

Menurut Henry, Tegal bisa dikatakan lebih maju kerena sudah memiliki dasar.

Sejak dahulu, dia mengetahui bahwa industri logam di Tegal selalu menjadi vendor atau penyedian untuk komponen alat-alat berat nan besar.

"Misalnya untuk pembuatan eskavator ataupun bahan-bahan baku shipyard (kapal besar). Mereka bisa dikatakan sebagai sektor unggulan karena sistem manajerial, marketing, pengembangan sumber manusia, cara keselamatan kerja, dan pengolahan limbahnya sudah memiliki diatur dalam SOP," papar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kabupaten Tegal, Bambang Susanto yang ikut mendampingi YDBA berharap agar IKM lainnya juga bisa ikut maju dan tidak hanya menjadi penonton saja.

Sebab menurut dia, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) harus mencapai 70 persen sehingga diharapkan pelaku IKM semakin banyak.

"Berarti pengangguran di Kabupaten Tegal juga akan berkurang. Yang harus diubah adalah cara tradisional para pelaku IKM menjadi modern. Sebab, industri manufaktur logam di Kabupaten Tegal ada sebanyak 4.000. Jika semua berubah pola kerjanya tentu akan berimbas pada kesejahteraan rakyat," ungkap Bambang. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Yayasan Astra: Industri Manufaktur Logam di Kabupaten Tegal sudah lebih Maju

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved