Terkini Daerah

Puluhan Tenaga Honorer K2 Gelar Demontrasi di Halaman Pendopo Kabupaten Kudus

Kamis, 11 Oktober 2018 07:20 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUN-VIDEO.COM, KUDUS - Puluhan tenaga honorer K2 menggelar demontrasi di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (10/10/2018).

Aksi ini merupakan kedua kalinya setelah aksi pertama dilakukan pada pertengahan September 2018.

Puluhan massa yang terdiri dari tenaga pendidik dan kesehatan itu kembali menuntuk agar diangkat CPNS tanpa syarat. Tuntutan ini sama seperti pada aksi yang pertama.

Poin lain yang mereka tuntut yaitu agar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak membuka seleksi CPNS jalur umum sebelum mengangkat tenaga honorer K2.

Sembari membawa sejumlah poster, peserta aksi meneriakkan tuntutan mereka di depan gerbang Pendopo Kabupaten Kudus. Sebelum perwakilan dari peserta aksi diberi akses untuk masuk dan bertemu dengan Bupati Kudus.

Baca: 3 PSK Tua Renta Ditangkap Polisi saat Menjajakan Diri di Pasar, Ada yang Berusia 70 Tahun

Salah seorang peserta aksi Yuni Rochayati (44) mengatakan, kedatangannya bersama peserta aksi lainnya karena dari Kemenpan-RB dan BKN menyusul dilayangkannya surat oleh Pemkab Kudus yang ditandatangani oleh Penjabat Bupati Kudus saat itu Riena Retnaningrum terkait usulan pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS.

"Sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari Kemenpan-RB dan BKN, maka kami melakukan aksi lagi," kata Yuni yang merupakan tenaga honorer K2 bidang kesehatan.

Adapun tuntutan lain yang disuarakan yaitu agar regulasi yang membatasi pengangkatan CPNS dari jalur K2 maksimal 35 tahun dihapuskan. Sebab, dari jumlah total honorer K2 di Kudus sebanyak 225 orang hanya sedikit saja yang memenuhi syarat usia.

"Padahal banyak yang sudah mengabdi puluhan tahun. Tapi tidak kunjung diangkat. Apalagi ada syarat batasan usia minimal," katanya.

Saat berunjuk rasa, peserta aksi berusaha merangsek masuk ke dalam Pendopo Kabupaten Kudus. Aparat kepolisian yang mengadang membuat mereka tak bisa berbuat banyak. Aksi saling dorong pun tak terelakkan, meski belum sampai terjadi keributan.

Akhirnya perwakilan peserta aksi diizinkan untuk masuk ke dalam Pendopo. Mereka ditemui oleh Bupati Kudus Muhammad Tamzil didampingi Sekda Kudus Sam'ani Intakoris serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved