Kisah Viral

Pengemudi Cium Penumpang dan Paksa Beri 5 Bintang, Grab Tanggapi saat Dikritik Ngawur Rekrut Driver

Rabu, 10 Oktober 2018 19:14 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Dugaan adanya pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum driver Grab terhadap penumpangnya tengah viral di media sosisal.

Beredar di media sosial tangkapan layar cerita seorang penumpang yang mengaku dicium oleh driver Grab dan dipaksa untuk memberinya rating lima bintang.

Cerita tersebut dibagikan oleh akun Twitter ANO @qitmr pada Minggu (7/10/2018).

Tidak diketahui siapa penumpang yang dimaksud, namun dari dilampirkan histori perjalanan dengan pengemudi bernama Vickich Anrio Sugiarto dengan plat nomor kendaraan B 315 LAH.

"Ini drivermu @GrabID lagi, kemarin drivermu juga. Ada apa ini sebenernya?

Rekrut ngawur atau apa, jangan minta dm kronologi dll lagi, tolong itu manajemen kalian seriusin hal2 seperti ini.

Jangan sampe orang jadi males pake grab karena drivernya banyak yang seperti ini," tulis Ano.

Menanggapi hal tersebut, pihak Grab berterimakasih kepada pihak yang telah melaporkan informasi tersebut.

Baca: Indro Warkop Tak Kuasa Turun ke Liang Lahat Sang Istri

Grab juga telah melakukan investigasi terhadap drivernya dan telah memberi sanksi pada yang bersangutan.

"Selanjutnya, kami juga sudah menjelaskan bahwa mitra pengemudi yang bersangkutan telah bersedia dipertemukan dengan penumpang untuk memberikan penjelasan secara langsung dan menawarkan proses mediasi antara kedua belah pihak.

Tetapi hingga saat ini, penumpang yang bersangkutan masih menolak untuk bertemu, walaupun sudah menerima penjelasan dengan baik dari pihak kami," tulis Grab.

Namun rupanya upaya Grab untuk mempertemukan terduga korban dengan pengemudi menuai kritikan dari warganet, bahkan mereka memprotes dengan tagar #deleteGrab.

Dilansir dari Kompas.com, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata membantah telah mempertemukan terduga korban pelecehan seksual dengan terduga pelaku yang disebut sebagai pengemudi Grab.

Ridzki mengatakan, pertemuan korban dengan pengemudi hanya salah satu alternatif.

"Itu termasuk salah satu ajakan. Tapi yang jelas klarifikasi kami lakukan terpisah, masing-masing,"

Menurut Ridzki, klarifikasi terpisah adalah prosedur standar Grab.

Klarifikasi terpisah ini bertujuan melindungi privasi penumpang maupun pengemudi.

"Pertama kami lakukan dulu pemanggilan lewat telepon kemudian kami lakukan pertemuan khusus, kami sudah ada tim dan masing-masing dihargai privasinya," ujar Ridzki.

Simak videonya di atas! (Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Yulita Futty Hapsari
Video Production: Teta Dian Wijayanto
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help