Terkini Metropolitan

Mahasiswa Unjuk Rasa Pertanyakan Molornya Pembangunan Gedung DPRD Tangsel

Selasa, 9 Oktober 2018 14:41 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUN-VIDEO.COM - Sekelompok mahasiswa dari Sekolah Anti Korupsi Tangerang (Sakti) dan Ikatan Alumni Sekolah Anti Korupsi (Ikasakti), berunjuk rasa di depan gedung IFA, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), yang selama ini digunakan anggota DPRD Tangsel untuk berkantor, Senin (8/10/2018).

Mereka mempertanyakan anggaran bengkak sebanyak Rp200,9 miliar untuk pembangunan gedung dewan itu.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan pembangunan gedung dengan penganggaran bengkak yang molor selama bertahun-tahun.

"Pemerintah telah menggelontorkan dana total 200,9 miliar rupiah untuk pembangunan gedung DPRD Tangerang Selatan. Angka sebesar itu tidak sesuai dengan realisasinya, nyatanya selama empat tahun proyek berjalan, gedung DPRD belum juga rampung," ujar Aan Widyajunianto, koordinator aksi tersebut.

Mereka juga menggugat dana miliaran rupiah yang digunakan untuk anggota dewan mengontrak di gedung IFA demi menjalankan fungsi legislatifnya.

Mereka menuntut agar dewan bisa tegas kepada pemerintah kota Tangsel dalam menjalankan fungsi pengawasannya, termasuk mendesak dewan agar merekomendasikan kepala dinas terkait untuk dicopot.

"Karena selama ini DPRD ngontrak. Setiap tahunnya menghabiskan dana sekitar 1,7 miliar," ujarnya.

Baca: Tolak Rencana Penggusuran, Ribuan Siswa dan Alumni SMAN 2 Toraja Utara Gelar Unjuk Rasa

Mengenakan pakaian serba merah mereka berdiri membentuk barikade sambil bergantian berorasi.

Aspirasi juga mereka sampaikan melalui teaterikal dan poster-poster, yang salah satunya bertuliskan, "Gedung Mangkrak DPRD Ngontrak".

Tak kalah dengan poster, kritik yang mereka sampaikan juga diartikulasi melalui puisi 'Peringatan' karya Wiji Thukul.

"Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan. Maka hanya ada satu kata: lawan!" pekik pengunjuk rasa bersamaan.

Ketua DPRD Tangerang Selatan (Tangsel), Moch Ramli, menanggapi para pengunjuk rasa. Ia juga mengaku sudah tidak betah berkantor di gedung kontrakan.

"Jadi apa yang anda rasakan hari ini saya sampaikan, sama saya juga enggak betah. Emangnya enak ngantor di sini. Cuma sebuah nama anggoga DPRD kota Tangerang Selatan," ujar Ramli.

Di akhir aksinya, para pengunjuk rasa bergeser ke gedung DPRD yang sedang dalam pembangunan di Jalan Raya Puspitek, Serpong, untuk menyegelnya secara simbolis.

"Ini bentuk kekecewaan kami sebagai rakyat," tegas Aan.

Sementara, Kepala Dinas Pembangunan dan Penataan Ruang, Dendi Pryandana, menjanjikan gedung DPRD akan siap dipakai dewan untuk menggelar rapat paripurna hari ulang tahun (HUT) ke-10 Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (26/11/2018) mendatang.

Hal itu berarti gedung yang sedang dibangun sejak 2015 itu harus sudah siap digunakan bulan depan.

"26 November kita janji HUT Tangsel di situ paripurna," tegas Dendi saat ditemui di pelataran kantornya, Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangsel, di hari yang sama.

Simak videonya di atas.(*)

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Riesa Sativa Ilma
Sumber: TribunJakarta
Tags
   #unjuk rasa   #DPRD Tangsel   #Serpong
KOMENTAR

Video TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help