Terkini Daerah

Alam Ateiler School Beri Edukasi Alam Guna Membentuk Karakter Anak Usia Dini

Senin, 8 Oktober 2018 14:17 WIB
Tribun Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-VIDEO.COM, MANGUPURA - Belajar sambil bermain dengan alam menjadi suatu metode yang baik untuk diterapkan kepada anak-anak usia dini, Minggu (7/10/2018).

Hal ini membuat daya tangkap anak dalam belajar lebih terasah, bahkan mampu membuat karakter yang baik lagi dalam tumbuh kembangnya.

Alam Atelier School yang berada di Jalan Pemelisan Agung, Banjar Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung memiliki cara belajar yang efektif dengan mengedukasi cara belajar dengan alam.

Maryati Lauw selaku Director of Operations Alam Atelier School mengatakan, dengan alam anak-anak lebih ingin banyak belajar.

"Konsep yang kami ajarkan berbeda, bahwa kami tahu anak-anak itu bisa belajar dengan berbagai cara. Selain itu tempat yang dekat dengan alam bisa membuat mereka lebih ingin belajar dan belajar lagi," ujarnya.

Alam Ateiler School memiliki 10 guru pengajar dengan 50 hingga 60 murid didik, dengan masing-masing guru mengajar enam anak didik dengan bermain sambil belajar di alam yang ada di dalam sekolah.

"Yang terpenting di sini adalah segala yang mereka pelajari dari alam itu terintegrasi dengan apa yang ia ingin ketahui. Sudah 2 tahun Alam Atelier School berdiri dan setiap tahunnya ada peningkatan. Bahkan diharapkan kedepannya kami ingin murid-murid lokal di sini bisa belajar dengan konsep yang kami miliki," tambahnya.

Namun, dalam hal lain yang menjadi kendala, metode belajar yang diterapkan selama ini di Indonesia masih belum bisa memberikan perkembangan bagi anak-anak usia dini.

Pada umumnya sekolah PAUD di Indonesia masih sebatas mengajarkan bagaimana mendidik sesuai dengan akademik yang ada.

Baca: Berikut 5 Artis Ternama yang Ikut Viral kan Falling Star Challenge

Bahkan mindset para orang tua masih menginginkan anak-anak untuk belajar di ruang kelas, yang masih mengikuti cara belajar yang akademik.

Sehingga dalam membangun karakter anak, belum sepenuhnya mampu terbentuk secara alami.

"Setiap anak itu kan daya tangkap, cara belajar, bahan ajar mereka kan berbeda-beda yang disesuaikan juga dengan umurnya. Makanya kami di sini punya cara belajar atau program sendiri untuk memberikan pemahaman di setiap belajar mereka yang kami sesuaikan dengan umurnya. Kami ajak mereka bermain sambil belajar," tambahnya kepada Tribun-Bali.com.

Selain itu, Ketua Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Prof Dr Ir Hj Netti Herawati, M.Si mengatakan, konsep yang dihadirkan di sini sangat bagus untuk tumbuh kembang anak.

"Kita mau mengajarkan anak-anak lagi lebih kembali belajar ke alam, yang diharapkan mampu membuat anak-anak itu tumbuh kembang dan karakternya lebih siap untuk kedepannya," ujarnya.

Selain itu, Netti menambahkan guru-guru pengajar tidak harus memulai belajar dengan adanya gedung.

Pada umumnya tidak adanya gedung bukan menjadi penghalang untuk memberikan pelajaran, bahkan alam yang ada mampu menjadi tempat yang sangat baik untuk mengenal lebih baik lagi.

"Indonesia itu kaya dengan alamnya, dan anak-anak itu suka dengan alam," tambahnya.(*)

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

Video TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help