Kuliner

Warung Penang Semarang Sajikan Masakan Melayu dan Chinese

Senin, 8 Oktober 2018 11:34 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Saiful Ma'sum

TRIBUN-VIDEO.COM, SEMARANG - Menu makanan dengan cita rasa khas rempah-rempah yang kuat masih identik dengan masakan khas Melayu.

Meski teknik memasak yang hampir sama dengan masakan Indonesia, Menu makanan khas Melayu disajikan dengan komposisi rempah yang berbeda.

Ternyata, di Semarang pun ada resto yang menyajikan masakan khas Melayu, bahkan juga mengusung konsep Chinese Food.

Namanya Warung Penang, warung atau restoran yang berada di Jalan Singosari Raya No.71 Semarang ini, menyajikan menu masakan ala Melayu-Chinese.

Menu favorit di resto tersebut adalah Nasi Lemak.

Nasi lemak sekilas tampak sama dengan nasi uduk di Indonesia.

Konsep yang disajikanpun mirip dengan masakan khas Betawi tersebut.

Hal itupun dibenarkan Stanley Setiawan selaku chef sekaligus Owner Warung Penang.

Menurutnya, Nasi lemak adalah nasi uduknya orang Melayu, dengan bahan pelengkap ayam krispy, sedangkan lemak sendiri artinya gurih.

Baca: Nikmatnya Tengkleng Klewer Bu Edi Solo, Pembeli Sampai Rela Antre meski Warung Belum Buka

Konsep menu tersebut memang mirip dengan nasi uduk hanya saja tak sama.

"Teknik memasaknya mungkin sama, namun rempah rempah yang disajikan bakal berbeda, rasa pun menjadi tidak sama persis," ujarnya.

Tidak jauh dari Nasi Lemak, makanan khas melayu lainnya di Warung Penang tersebut juga menyajikan Nasi Goreng Siram.

Nasi Goreng Siram menyajikan konsep unik.

Hal itu terlihat dari teknik memasaknya dengan cara menggoreng nasi kemudian menyiramnya dengan kuah dari kaldu.

Bagimana rasanya? Tidak diragukan lagi, terutama bagi penikmat kaldu.

Selain menu masakan dengan bahan dasar nasi, resto ini juga menyajikan masakan dengan bahan dasar mie.

Mie yang dimasak dengan kuah kari khas melayu ini menampilkan rasa yang berbeda, asam, pedas dan gurih.

Rasa khas tersebut memang tak sama dengan kari pada umumnya, terlebih kuah karinya yang cukup kental, dan melekat di lidah.

Mie kuah kari tersebut dikenal dengan sebutan laksa.

Nama Penang sendiri diambil dari salah satu kota  di negeri Jiran.

Kota tersebut terkenal sebagai kota kulinernya Malaysia.

Sehingga konsep yang diusung Warung Penang tak jauh berbeda dengan konsep masakan di kota Penang.

Baca: Mencicipi Tengkleng Mbak Diah, Kuliner Khas Kota Solo yang Sudah Berdiri Selama 25 Tahun

Untuk menikmati seporsi hidangan melayu tersebut, Anda hanya merogoh kocek Rp 26 ribu - Rp 30 ribu untuk menu Laksa, Rp 15 ribu - Rp 40 untuk menu Nasi Lemak, dan Nasi Goreng Siram sekitar Rp 23 ribuan. 

Jangan risau dengan bahan yang digunakan untuk membuat makanan milik Warung Penang tersebut, 100 persen halal.

Sajian makanan khas Melayu dan Chinese di Warung Penang, ternyata dirancang dengan memadukan olahan makanan antar chef, dan juga menyajikan konsep ruangan yang nyentrik.

Mereka menggunakan paralon paralon yang sudah bekas untuk membangun seni di dinding.

Kayu kayu yang dipakainya pun tidak sama sekali tersentuh cat.

Terdapat dua konsep ruangan berbeda di lantai utama.

Satu dengan konsep resto, dan yang satunya berkonsep ala cafe.

Selain itu, Warung Penang juga menyediakan galeri foto di lantai atas.

Galeri ini dapat digunakan sebagai tempat kegiatan kecil dan swafoto.

"Resto ini berawal dari hobi saya yang senang masak sejak kecil, namun untuk dimakan sendiri, dan kemudian bertekad menyalurkan hobi saya dengan lebih serius agar masakan saya bisa dinikmati semua orang," ujar Stanley. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Kuliner Khas Melayu-Chinese Warung Penang Usung Konsep Restoran Nyentrik

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #wisata kuliner   #Semarang   #Melayu
KOMENTAR

Video TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help