Terkini Metropolitan

Empat Rumah Diroboh Paksa, Warga Batuceper Rusuh Lawan Satpol PP

Rabu, 3 Oktober 2018 22:03 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUN-VIDEO.COM, BATUCEPER - Petugas Satpol PP Kota Tangerang harus bersitegang adu fisik dengan warga Batuceper saat akan merobohkan empat rumah yang dianggap ilegal dan tidak mempunyai sertifikat tanah.

Empat bangunan yang dianggap ilegal tersebut dijadikan kontrakan oleh warga setempat, berlokasi di belakang SDN 1 Batuceper RT 03/03, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.

Empat bangunan yang diratakan Satpol PP Kota Tangerang itu berdiri diatas tanah seluas 380 m2 yang sudah ditempati warga sejak tahun 1959.

"Kami harus bentrok dengan petugas. Semua pake fisik dan banyak warga kami yang luka-luka hingga berdarah. Dari kaki dan tangan," ujar Sofyan, warga setempat, saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (3/10/2018).

Baca: Takut Dirazia Satpol PP, Pedagang Kopi Tega Tinggalkan Anaknya yang Tertidur di Pinggir Danau Sunter

Dari informasi yang terhimpun, terdapat empat bangunan yang diratakan Satpol PP yang ditempati 10 Kepala Keluarga (KK) dengan rincian 35 orang termasuk wanita dan 12 anak-anak.

Mereka pun mengaku mempunyai surat-surat tanah dan mengaku sudah menempati tempat tersebut dari kecil bahkan sejak lahir.

Terpampang sebuah tulisan diatas karton putih bertuliskan "Kami lahir disini, mati pun harus disini" sebagai bentuk protes.

"Penguasaan tanah 20 tahun itu bisa didaftarkan, bukti penguasanya itu apa bisa apa aja, keluarga sendiri bisa membuktikan selama 59 tahun sudah tinggal disini," ujar dia.

Dia pun mengaku pemberitahuan dari Satpol PP kepad warga yang terlampau sempit. Pasalnya mereka diimbau sehari sebelum eksekusi.

Baca: Satpol PP Razia Tempat Spa di Tebet: Kalau Begini Udah Tanda Kutip

Pada kesempatan yang sama, Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana menerangkan, sekira 150 petugas gabungan dikerahkan dalam proses eksekusi bangunan tersebut.

Pihaknya juga menurunkan alat berat untuk meratakan bangunan.

"Pendekatan sudah dilakukan dan Hj Muhidin selaku warga sudah mengakui kalau lahan tersebut adalah lahan pemerintah yang tercatat sebagai aset," ujar mumung saat dikonfirmasi.

Menurutnya, sebelum melakukan eksekusi hari ini pihaknya sudah terlebih dahulu menyerahkan surat kepada warga setempat terkait penggusuran lahan.

Lahan seluas 380 m2 yang digusur, lanjut Mumung, diperuntukan untuk pelebaran gedung SDN 1 Batuceper sebab, empat bangunan tersebut berada tepat dibelakanga SDN 1.

Baca: Pedagang Histeris dan Terlibat Tarik-menarik dengan Petugas Satpol PP saat Razia PKL di Duren Sawit

"Langkah lanjutnya, Dinas Pendidikan harus magar lahannya, menguasai lahan itu dan nantinya akan dilangsungkan untuk pembangunan dan ini untuk tahun anggaran 2018 sudah siap membangun lokal," terang Mumung.

Pasalnya, pemerintah setempat sudah memberikan tawaran kepada 10 kepala keluarga yang tergusur untuk pindah ke rumah susun.

"Tapi mereka bersikeras mengontrak sendiri," lanjut dia.

Simak videonya di atas.(*)

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: Riesa Sativa Ilma
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved