Terkini Metropolitan

Bidan Diduga Sandera Bayi hingga Peras Orangtuanya di Tangerang

Rabu, 3 Oktober 2018 16:27 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUN-VIDEO.COM, NEGLASARI - Randi Ginting (30) belum bertemu dengan buah hatinya yang baru lahir lantaran bayinya tersebut dibawa kabur oleh seorang oknum bidan bernama Yuni di Neglasari, Kota Tangerang.

Kisah seorang sopir taksi ini bermula pada saat istrinya, Atikah (33), yang sudah hamil tua itu, pecah ketuban pada tanggal 22 September 2018.

Karena panik, Randi pun langsung membawa Atikah yang tengah mengandung anak ketiganya tersebut ke Bidan Yuni di Kelurahan Karang Sari RT 001/002 Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Randi, kepada wartawan mengatakan, Yuni merujuk Atikah untuk melahirkan anak ketiganya secara sesar di Rumah Sakit Permata Ibu di bilangan Kunciran, Kota Tangerang.

"Sampai sana bidan (Yuni) yang periksa dan tidak lama bidan bilang harus dibawa ke RS dan dibawa ke Rumah Sakit Permata Ibu di Kunciran," ujar Randi di rumahnya, di kawasan Neglasari, Kota Tangerang, Senin (1/10/2018).

Baca: Terpental Dua Kali ketika Gempa Palu, Bidan yang Hamil Tua Lahirkan 3 Bayi Kembar di Pengungsian

Lucunya lagi, kata Randi, ia dan keluarganya justru ditawari uang sebesar Rp 10 juta yang menurut Yuni adalah sebuah paket Bidan.

"Salah saya juga, karena panik istri mau lahiran saya langsung tanda tangan saja paket bidan yang ditawarkan dia tanpa baca-baca lagi poin-poinnya," kata Randi.

Setelah menandatangani paket bidan yang ditawarkan oleh Yuni, sang istri korban langsung mendapat tindakan untuk melakukan sesar.

Akhirnya, anak ketiga Randi pun lahir secara selamat dan sehat berjenis kelamin laki-laki sekira pukul 15.00 WIB pada tanggal 22 September 2018.

"Saat itu bidan (Yuni) langsung pergi ke Depok alasannya orang tuanya sakit selesai ngelahirin anak saya," tutur Randi.

Karena terhimpit ekonomi, Randi pun mencoba menghubungi Yuni perihal biaya salin yang sangat meroket.

Bukannya memberikan solusi, Yuni justru memberikan nominal lebih besar yakni Rp 17,5 juta dan wajib dibayarkan kepada pihak rumah sakit.

"Karena awalnya kakak saya yang nelfon bidan mau putus paket bidan yang seharga Rp 10 juta karena kemahalan dan mau pake biasa biasa," kata Randi.

Baca: Bidan yang Diduga Bawa Kabur Bayi Sopir Taksi di Tangerang Dikenal Tertutup

Setelah empat hari rawat inap, pada tanggal 26 September 2018, Yuni membawa keluar dari Rumah Sakit Permata Ibu untuk membawa pulang ibu dan bayi tersebut.

Bukannya dibawa pulang kerumahnya, namun istri dan anak Randi dibawa ke rumah si bidan yang berada di dekat Rumah Sakit Sintanala.

"Si bidan ini maksa istri saya pulang tanggal segitu, alasannya kalau ada saya nanti ribet. Karena linglung istri saya dibawa ke tempat praktiknya tuh," terang Randi.

Kaget melihat istrinya diantar pulang tanpa bayi, Randi pun sontak kaget dan menanyakan keberadaan buah hatinya yang belum sempat ia beri nama itu.

"Nah sejak itu anak saya dibawa sama bidan dan saat coba komunikasi, nomor telefonnya tidak bisa dihubungi bahkan susah ke rumah praktiknya juga tidak ada orang," kata Randi.

Raut wajah sedih terpancar dari Randi yang hampir selama seminggu belum melihat secara langsung bahkan menggendong anak ketiganya tersebut.

"Dia bilang kalau mau anaknya balik yasudah bayar dulu Rp 3 juta dan sebagai jaminan saya harus bawa surat tanah, BPKB dan sebagainya," ucap Randi.

Nahas, Randi yang berangkat dari keluarga berkecukupan tersebut pun tidak dapat menyerahkan jaminan yang diminta Yuni.

Akibatnya, sudah hampir seminggu ia belum bertemu dengan putri bungsunya itu.

Baca: Bidan yang Diduga Bawa Kabur Bayi Sopir Taksi di Tangerang Dikenal Tertutup

Atikah, istri Randi pun hanya berharap ingin melihat dan menggendong kembali putri ketiganya itu

"Sebagai ibu pingin sekali anak saya kembali udah itu saja gak mau yang lain," kata Atikah.

Hingga saat ini, Yuni sang bidan tidak bisa dihubungi dari nomor telefon mau pun dari pejabat setempat.

"Saya sampai sudah ke RT setempat juga sudah tidak ada di lokasi sejak tanggal istri saya pulang," papar Randi.

Kini kedua pasutri tersebut hanya berharap keduanya ingin tindak lanjut dari pihak berwenang untuk dapat mengembalikan putri bungsunya tersebut.

Saat ditemui di rumah praktik Yuni di, Kelurahan Karang Sari RT 001/002 Kecamatan Neglasari, rumah bergarasi tinggi tersebut digembok dan terkunci rapat-rapat.

Lampu tidak menyala serta keadaan sangat sunyi, namun terlihat sebuah sepeda motor didalamnya.

"Sudah gak kelihatan sejak semingguan sih disini. Sebelumnya juga orangnya juga tertutup, tidak pernah ikut pengajian dan arisan RT atau RW," kata Umiyati ibu RT setempat.(*)

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: TribunJakarta
Tags
   #bidan   #sandera   #Tangerang
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved